BARUSARI – Di awal tahun 2015, aparat Polrestabes Semarang tak bisa berleha-leha. Pasalnya, empat pekerjaan rumah (PR) kasus pembunuhan sudah menghadang. Hingga kini, keempat kasus pembunuhan tersebut belum terungkap motif maupun pelakunya. Warga terutama keluarga korban berharap polisi bisa segera mengungkap para pelakunya.

Kasus pembunuhan yang hingga kini belum terungkap pelakunya, yakni pembunuhan Sholeh, 35, yang tewas ditembus peluru oleh pria misterius di Gang Garuda, Kebonharjo, Semarang Utara pada Kamis (10/10/2013) silam. Selain itu, juga kasus tewasnya Dian Dwi Purwani, 30, warga Kaliwiru, yang mayatnya ditemukan di Hutan Wisata Tinjomoyo, Gunungpati, Selasa (11/11/2014) lalu.

Kasus pembunuhan lainnya yang juga masih menjadi PR polisi adalah kasus tewasnya Rahawati Sarwodadi alias Tan Tjoe Nio, 86. Nenek nahas itu ditemukan tak bernyawa di rumahnya Jalan Kentangan Tengah RT 3 RW 5, Jagalan, Semarang Tengah pada akhir Desember 2014 silam.

Dan, yang terbaru kasus pembunuhan Dahri, 40, yang ditemukan tewas bersimbah darah di depan toko listrik Hongkong Jalan Setiabudi, Ngesrep, Banyumanik, Semarang, Minggu (18/1) lalu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, jika kasus yang menonjol menjadi prioritas utama jajarannya. Menurut dia, anggota telah berupaya untuk membongkar beberapa kasus pembunuhan yang belum terungkap.
”Kasus-kasus pembunuhan itu menjadi perhatian kami dan diprioritaskan untuk mengungkap pelakunya,” ujar kapolrestabes.

Djihartono mengatakan, jika kasus pembunuhan yang belum terungkap merupakan pekerjaan rumah yang akan diselesaikan.

”Kita tanamkan kepada anggota agar tidak pantang menyerah dan tak kenal lelah untuk mengungkap sebuah kasus. Sampai saat ini penyelidikan untuk mengungkap kasus-kasus tersebut tetap berjalan,” katanya.

Meski ditemukan berbagai kendala dalam mengungkap sebuah kasus, dirinya mengatakan jika hal tersebut sudah biasa terjadi.

”Memang setiap kasus memiliki tingkat kerumitan yang berbeda. Kita akan terus berusaha agar semuanya bisa terungkap,” ujarnya. (den/aro/ce1)