Pemahaman Masyarakat tentang Obat Masih Rendah

118
TEPAT DOSIS: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menerima kunjungan dari tim Kimia Farma Sultan Agung Semarang. (FOTO: AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
TEPAT DOSIS: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menerima kunjungan dari tim Kimia Farma Sultan Agung Semarang. (FOTO: AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
TEPAT DOSIS: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menerima kunjungan dari tim Kimia Farma Sultan Agung Semarang. (FOTO: AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

GUBERNURAN – Pemahaman masyarakat utamanya di Jawa Tengah tentang penggunaan obat diketahui masih rendah. Sebagian besar dari mereka bahkan belum mengetahui cara pakai, penyimpanan, dan juga pemberian dosis yang tepat. Sehingga efek terapinya tidak dapat dirasakan secara maksimal.

Hal itu diungkapkan Farmasi Manager Kimia Farma Sultan Agung Semarang, Ricky Fabiano saat menawarkan program baru Home Care kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko di kompleks Gubernuran Semarang, Rabu (21/1).

Ricky menjelaskan, tidak sedikit dari masyarakat yang masih memahami jika minum obat harus dikumpulkan jadi satu setelah makan. Padahal, ada beberapa obat yang justru harus diminum sebelum makan. Selain itu, penyimpanan obat juga tidak boleh dilakukan sembarangan. ”Yaitu harus terhindar dari kelembaban dan terlindung dari sinar matahari,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ricky mengaku sengaja meluncurkan program Home Care untuk memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang baik. Masyarakat tidak perlu datang ke apoteker karena cukup menghubungi layanan call center 1-500-255 secara gratis. ”Mereka dapat berinteraksi langsung dengan apoteker sekaligus berkonsultasi untuk mendapatkan solusi kesehatan,” tambah dia.

Ricky menambahkan, Kimia Farma sendiri telah memiliki beberapa unit bisnis yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Di antaranya di Kota Semarang, Solo, Tegal dan DI Jogjakarta. Untuk Kota Semarang terdapat 25 apotek yang melayani Kota Semarang, Kudus, Pati, dan Purwodadi.

Terhadap program tersebut, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko menyatakan dukungannya secara positif. Ia bahkan mendorong untuk lebih giat dilakukan sosialisasi. Sehingga masyarakat lebih memahami tentang pemakaian obat yang baik dan benar. (fai/zal/ce1)