Antisipasi Penipuan, Razia Gabungan

212
CEGAH PENIPUAN - Petugas meminta pengendara motor melepas kaos atau atribut pakaian yang dikenakannya karena mirip seragam kepolisian saat operasi khusus di jembatan timbang Katonsari, kemarin. (WAHIB PRIBAdi / RADAR SEMARANG)
CEGAH PENIPUAN - Petugas meminta pengendara motor melepas kaos atau atribut pakaian yang dikenakannya karena mirip seragam kepolisian saat operasi khusus di jembatan timbang Katonsari, kemarin. (WAHIB PRIBAdi / RADAR SEMARANG)
CEGAH PENIPUAN – Petugas meminta pengendara motor melepas kaos atau atribut pakaian yang dikenakannya karena mirip seragam kepolisian saat operasi khusus di jembatan timbang Katonsari, kemarin. (WAHIB PRIBAdi / RADAR SEMARANG)

DEMAK – Sejumlah petugas TNI/Polri melakukan operasi gabungan dengan sasaran kendaraan di jalan raya, kemarin. Ada dua titik lokasi yang menjadi target. Yakni, jalan raya depan SMPN 1 Demak atau jembatan timbang Katonsari dan jalan raya Wonosalam-Dempet. Operasi yang dipimpin AKP Nursalim dari Bagian Operasional (Bagops) Polres Demak ini dilakukan untuk memburu aparat gadungan yang kini telah meresahkan masyarakat.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKp Zamroni mengungkapkan, sebelum razia besar-besaran itu dilakukan seluruh petugas apel bersama di Mapolres Demak. Operasi ini diperlukan untuk menekan sekaligus mencegah tindak kriminalitas oleh orang tidak dikenal yang kerap mengatasnamakan institusi Polri maupun TNI. “Sudah banyak kasus penipuan yang terjadi dilapangan yang melibatkan aparat gadungan. Karena itu, kita kerahkan 65 personel TNI/Polri untuk memburu para pelaku tersebut,” katanya.

Kasdim Mayor Inf M Darodjat dari Kodim 0716 Demak yang ikut memimpin operasi gabungan menambahkan, setidaknya sudah terjadi 10 kasus penipuan yang dilakukan aparat gadungan dengan sasaran pemilik sepeda motor. Pelaku biasanya menyasar warung makan. Ditempat warung makan seperti ini biasanya mengawali dengan memesan nasi sekian ratus bungkus. Saat konsentrasi membungkus nasi itulah, aparat gabungan yang menyaru sebagai TNI lalu berusaha meminjam sepeda motor pemilik warung. Tanpa curiga, motor pun dipinjamkan. Namun, setelah itu motor tidak dikembalikan. “Motor dibawa kabur pelaku. Ini sudah terjadi berkali-kali. Karena itu, mengimbau pada masyarakat jangan mudah percaya pada orang yang mengaku-ngaku aparat TNI yang meminjam motor. Tidak ada yang seperti itu,” katanya.

Dalam operasi kemarin, seluruh atribut baik kaos mirip seragam polisi atau baju doreng mirip seragam TNI yang dikenakan pengguna kendaraan dijalan raya disita. Mereka tidak boleh mengenakan pakaian yang mirip petugas kepolisian maupun TNI. Sebab, dengan atribut seperti itu rawan dijadikan modus penipuan oleh orang tidak bertanggungjawab.
Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan menempel stiker TNI/Polri disepeda motor atau kendaraan lainnya. Saat razia kendaraan di jembatan timbang Katonsari kemarin, petugas meminta pengendara motor untuk melepas kaos mirip polisi dan baju tentara yang sempat dipakai pengendara motor. Mereka juga diperiksa kelengkapan surat kendaraan dijalan raya.(hib/fth)