Alami Keterbatasan Modal dan Ketrampilan

206

BATANG-Penolakan nelayan Batang terhadap Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan nomor 2/2015 yang melarang penggunaan kapal jenis cantrang, dinilai karena terlalu fanatik dan adanya keterbatasan modal dan ketrampilan. Hal itu semakin menghambat tumbuhnya kesejahteraan dan perekonomian nelayan.

“Makanya perlu audiensi dan duduk bersama antara Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jateng, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang dan perwakilan nelayan. Ini sangat penting untuk mendengarkan dan mencari jalan keluar yang terbaik atas diberlakukannya Permen Kelautan dan Perikanan 2/2015,” kata mantan Kepala Satker Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan sekaligus Pemerhati Kebijakan Publik, Retno Dwi Irianto saat dijumpai Radar Semarang, Selasa (21/1).

Menurutnya, Permen Kelautan dan Perikanan 2/2015 sudah melalui kajian mendalam. Bahwa alat tangkap ikan jenis cantrang masuk kategori tidak ramah lingkungan, karena menyebabkan kerusakan lingkungan laut dan tingkat overfishing yang mengkhawatirkan.

“Pemerintah harus bisa mendorong kesadaran nelayan untuk bisa memahami pentingnya konservasi dan potensi sumber daya ikan yang terbatas. Kelompok rukun nelayan harus diberdayakan terhadap berbagai jenis alat tangkap ikan, sehingga tidak mengalami ketergantungan atas satu jenis alat tangkap saja,” imbuh dosen Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan ini.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus bisa menggulirkan program penggantian alat tangkap secara bertahap dan membangun generasi muda nelayan yang mampu menguasai berbagai alat jenis alat tangkap.

“Jenis alat tangkap cantrang, selain digunakan oleh nelayan Batang juga sebagian nelayan Juwana Pati, Rembang dan Tegal. Untuk itu, perlu penanganan kebijakan dan fasilitasi dari Gubernur Jateng dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng sesuai kewenangan daerah dan laut yang diatur dalam UU 23/2014,” pungkasnya. (mg12/ida)