KENDAL – Prilaku seks bebas di kalangan anak baru gede (ABG) mulai menjadi trend yang cukup mengkhawatirkan di Kabuapaten Kendal. Betapa tidak, data dari Pengadilan Agama (PA) Kendal bahkan cukup mencengangkan, karena banyak anak dibawah umur hamil di luar nikah. Dalam rentang 2014, tercacat ada sebanyak 114 kasus pasangan ABG megajukan dispensasi menikah akibat hamil di luar nikah. “Seks bebas sekarang mengalami kenaikan dari tahun-tahun. Itulah yang menjadi penyebab tingginya permohonan dispensasi nikah yang masuk ke PA Kendal,” kata Humas Pengadilan Agama, Abdul Mujib saat ditemui di kantor PA setempat, Rabu (21/1).

Ia menambahkan, sesuai Pasal 7 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, Dispensasi kawin merupakan persyaratan yang wajib diajukan bagi calon mempelai yang belum memenuhi ketentuan batasan usia minimal pernikahan. Yakni kurang dari 19 tahun untuk laki-laki, dan kurang dari 16 tahun untuk perempuan. Jika salah satu calon mempelai atau keduanya belum memenuhi batasan usia minimal perkawinan, maka orang tua diwajibkan mengajukan permohonan surat Dispensasi Kawin dari Pengadialan Agama. Surat tersebut sebagai bukti untuk menikahkan anaknya di Kantor Urusan Agama (KUA). “Pengajuan dispensasi nikah di Kendal dari tahun ke tahun selalu meningkat,” imbuhnya.

Di Kendal, tahun 2012 ada sebanyak 105 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah. Kemudian meningkat di tahun 2013 menjadi 106 pasangan dan 2014 melonjak tinggi menjadi 114 pasangan. “Meraka mengajukan dispensasi nikah karena hamil dulu. Ya sangat memprihatinkan. Mestinya mereka masih harus bermain, belajar dan bersekolah tapi karena pergaulan salah mengakibatkan anak harus menjalani rumah tangga diusia dini,” imbuhnya.

Abdul Mujib menambahkan, rata-rata pasangan pernikahan dini masih berstatus sebagai pelajar SMP dan SMA. Akibat pernikahan yang timbul akibat seks bebas dikalangan pelajar, tentu saja berakibat angka anak putus sekolah tinggi.
Wakil Panitera PA Kendal, Muhammad Muchlis manambahkan penyebab hubungan diluar nikah akibat dipengaruhi oleh pergaulan bebas. Sehingga sudah tidak ada batasan lagi, baru pacaran tapi merasa sudah saling memiliki satu sama lain. “Lingkungan dan kurangnya perhatian dari orang tua menjadikan penyebab pergaulan bebas,” tambahnya.

Ia berharap orangtua dan pemerintah berperan untuk berupaya mencegah pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Seperti pembinaan dan pengetahuan akan akibat seks bebas sejak usia dini. Sehingga anak tidak akan melakukan hubungan seks hanya karena nafsu. “Kasus dispensasi nikah ini harus menjadi perhatian besar dari orang tua agar selalu waspada dan selalu memberikan perhatian kepada anak-anaknya agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas,” tambahnya. (bud/fth)