GUBERNURAN – Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyatakan keseriusannya atas pembangunan Taman Safari Jawa Tengah atau Jateng Park di kawasan Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Bahkan kerangka kerja terperinci (blueprint) yang menjadi landasan kebijakan tersebut diklaim telah siap untuk dijalankan.

”Rencana pembangunan fisik Jateng Park jalan terus. Bahkan telah kami lakukan upaya percepatan dengan mengumpulkan pihak-pihak terkait,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kompleks Gubernuran, Selasa (20/1). Upaya percepatan tersebut, lanjut Ganjar, untuk memastikan proses perizinan dan menarik investor untuk mengerjakannya. Karenanya, dibutuhkan pertemuan-pertemuan intensif dengan semua pihak untuk mengegolkan rencana tersebut agar cepat berjalan. ”Kalau untuk prospek, keinginan sudah oke. Termasuk juga blueprint-nya,” terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono menambahkan, tahapan yang akan dilakukan pemprov Jateng dalam waktu dekat adalah melakukan penandatanganan MoU antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar, dan Bupati Semarang Mundjirin. ”Sesuai rencana, penandatanganan MoU tersebut akan dilakukan di Jakarta pada 30 Januari 2015 ini. Kami telah menerima surat dari Bu Menteri atas hal itu,” ungkapnya terpisah.

Sebelum penandatanganan tersebut, lanjut Sri, pihaknya masih membutuhkan satu kali FGD (focus group discussion) secara paralel untuk lebih memperjelas konsepnya. Apakah hanya berupa Taman Safari saja atau dilengkapi dengan sarana olahraga. ”Rencananya FGD tersebut digelar di Perhutani pada 22 Januari mendatang. Nanti akan melibatkan pakar lingkungan juga,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo menambahkan setelah cetak biru selesai dibuat, pemprov akan melakukan penjaringan investor. Meski membutuhkan anggaran jumbo, menurutnya pemprov optimistis mendapatkan investor. ”Penjaringan investor mungkin akan diumumkan secara terbuka. Untuk investor yang terpenting kan insentif apa saja yang diberikan,” imbuhnya.

Dinbudpar Jateng sendiri dalam kapasitas memberikan masukan dari sisi wisata dan membantu melakukan promosi jika Jateng Park sudah berdiri. ”Kami akan mengusulkan di dalamnya juga ditambah theme park, tidak hanya taman margasatwa. Sehingga segmennya lebih luas,” paparnya. (fai/ric/ce1)