TIDAK TERAWAT - Camat Wedung HM Syahri bersama Kapolsek Wedung AKP Sujari meninjau jembatan Putri Mandi di Desa Buko yang kondisinya rusak parah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TIDAK TERAWAT - Camat Wedung HM Syahri bersama Kapolsek Wedung AKP Sujari meninjau jembatan Putri Mandi di Desa Buko yang kondisinya rusak parah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TIDAK TERAWAT – Camat Wedung HM Syahri bersama Kapolsek Wedung AKP Sujari meninjau jembatan Putri Mandi di Desa Buko yang kondisinya rusak parah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Jembatan Putri Mandi di Desa Buko, Kecamatan Wedung kondisinya rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Meski begitu, jembatan yang berdiri sejak Mei 1972 itu masih belum disentuh pembangunan. Pemkab baru akan melakukan perbaikan sekitar Mei hingga Juni mendatang.

Camat Wedung, Kabupaten Demak, HM Syahri mengatakan, sebenarnya pemkab sudah menganggarkan pembangunan jembatan sebesar Rp 1,25 miliar pada APBD 2015. “Kalau nanti mulai dibangun, maka arus lalulintas kendaraan yang menuju Wedung dialihkan melalui Kecamatan Mijen,”katanya.

Saat ini, untuk keamanan, didekat jembatan dipasang portal permanen sehingga hanya cukup dilewati kendaraan pribadi dan bus kecil. Sedangkan, untuk truk yang bermuatan berat dilarang melalui jembatan tersebut.

Jembatan Putri Mandi ini merupakan jalur strategis untuk memperlancar jalur Demak-Wedung. Apalagi, saat ini akses jalan ke Kecamatan Wedung makin mulus dengan betonisasi. Jalan utama kecamatan dan kabupaten semakin ramai kendaraan. Bahkan, banyak kendaraan pribadi kearah dan dari Jepara ada yang memanfaatkan mulusnya jalan beton tersebut. (hib/fth)