Hujan 3 Jam, Kandangserang Mencekam

161
PILIH MENGUNGSI : Sejumlah warga Kandangserang tidur di lokasi pengungsian saat hujan turun lebih dari tiga jam, Senin (19/1) malam kemarin. (Dokumen Kecamatan Kandangserang For Radar Semarang)
PILIH MENGUNGSI : Sejumlah warga Kandangserang tidur di lokasi pengungsian saat hujan turun lebih dari tiga jam, Senin (19/1) malam kemarin. (Dokumen Kecamatan Kandangserang For Radar Semarang)
PILIH MENGUNGSI : Sejumlah warga Kandangserang tidur di lokasi pengungsian saat hujan turun lebih dari tiga jam, Senin (19/1) malam kemarin. (Dokumen Kecamatan Kandangserang For Radar Semarang)
SELALU WASPADA : Sejumlah warga Kandangserang berjaga di sebuah pos pemantauan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana longsor, Senin (19/1) malam.
SELALU WASPADA : Sejumlah warga Kandangserang berjaga di sebuah pos pemantauan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana longsor, Senin (19/1) malam.

KAJEN-Setiap kali intensitas hujan turun lebih dari tiga jam, warga Dukuh Kandangserang Selatan, Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, selalu mengungsi. Hal ini karena bukit Wadas Jaran yang tepat berada di atas permukiman warga, merupakan titik rawan longsor yang selalu menebar ancaman kapan saja.

Begitu guyuran hujan kerap berlangsung hampir setengah hari dalam sepekan terakhir, berkali-kali pula ratusan warga Dusun Kandangserang Selatan mengungsi. Mereka tidak akan kembali, sebelum bisa memastikan kondisi permukiman aman.
Terakhir, hujan yang mengguyur selama 12 jam sejak Senin (19/1) siang hingga Selasa (20/1) dinihari, ratusan warga yang terdiri atas anak-anak, wanita dan lansia, berbondong-bondong menuju lokasi pengungsian. Yakni, posko evakuasi yang telah ditetapkan.

Sekretaris Camat Kandangserang, M Ilyas mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sejumlah titik yang digunakan untuk menampung warga. “Kemarin (Senin, 19/1, red), warga mulai mengungsi sekitar pukul 17.00. Karena hujan sudah lebih dari tiga jam,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa (20/1) kemarin.

Menurutnya, terdapat 205 warga yang berasal dari RT 4, 5 dan 6, Dusun Kandangserang Selatan yang mengungsi. Mereka tersebar di sejumlah lokasi pengungsian. Yakni 30 orang menginap di kantor Kecamatan Kandangserang, sebanyak 20 orang di Polsek Kandangserang, 17 orang di eks Gedung PNPM, 56 warga di gedung KRPH dan 26 orang di gedung MWC NU. “Ada juga yang mengungsi di rumah sanak saudaranya yang tidak terimbas bencana. Jumlahnya 56 jiwa,” paparnya.

Ratusan warga tersebut, akhirnya kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (20/1) sekitar pukul 04.00. Ilyas memaparkan, berdasarkan informasi dari Badan Geologi di Bandung, Balai ESDM dan BPBD Kabupaten Pekalongan, warga Kandangserang Selatan diimbau untuk mengevakuasi diri jika terjadi hujan lebih dari tiga jam. “Sebab, selain rawan longsor, juga berpotensi terkena dampak banjir bandang dari Sungai Gintung,” imbuhnya.

Kepala Desa Kandangserang, Cipto Sumarno mengatakan, kondisi pada Senin (19/1) malam kemarin benar-benar sangat mencekam. Betapa tidak, disamping guyuran hujan yang enggan berhenti, arus listrik di lokasi permukiman juga padam. Bahkan empat titik air terjun dari bukit Wadas Jaran sudah bercampur lumpur.

“Empat air terjun itu imbas longsor Februari 2014 lalu. Kemarin malam (Senin, red) aliran air terjun itu sudah penuh lumpur, muaranya pada Sungai Gintung. Oleh karena itu, warga terutama di sekitar aliran sungai langsung mengungsi, karena berpotensi terjadi banjir bandang,” paparnya.

Di Dusun Kandangserang Selatan terdapat dua RW dengan penduduk 815 jiwa. Terdiri atas 219 KK dan 154 rumah. Sejumlah lokasi lain yang juga disiapkan sebagai titik pengungsian di antaranya Masjid Batius Sholeh, Puskesmas, SDN Kandangserang, BKBH Kandangserang, UPT Dindik dan BPT Pertanian. “Kami juga terus memantau kondisi selama 24 jam. Posko induk ada di balai desa. Kemudian posko pantauan ada di RT 6, RT 7 dan Pos Kamling RW 2,” jelasnya.

Lanjut Cipto, pihaknya mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lain, terkait kondisi rawan longsor di Kandangserang tersebut. “Sementara ini, aktivitas warga masih seperti biasa. Namun semuanya sudah mengerti, jika terjadi hujan lebih dari tiga jam, warga harus mengungsi. Semoga tidak terjadi apa-apa, amin,” pungkasnya. (hil/ida)