Hendak Tawuran, 60 Pelajar Diamankan

129
DINAIKKAN TRUK: Puluhan pelajar diamankan di Mapolres Salatiga lantaran diduga hendak tawuran. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
DINAIKKAN TRUK: Puluhan pelajar diamankan di Mapolres Salatiga lantaran diduga hendak tawuran. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
DINAIKKAN TRUK: Puluhan pelajar diamankan di Mapolres Salatiga lantaran diduga hendak tawuran. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Puluhan pelajar dari berbagai sekolah diamankan aparat Polres Salatiga pagi hingga siang kemarin (20/1). Mereka terjaring razia saat hendak melakukan aksi tawuran. Terbukti, saat dilakukan penggeledahan, ditemukan gir yang diikat kain sabuk serta potongan besi. Selain itu, polisi juga mendapati adanya ajakan di masing – masing telepon genggam pelajar untuk mendatangi pelajar lainnya di Salatiga. Bahkan, ada yang menggunakan kata sandi tawuran menjadi lempar jumroh. Polisi juga sempat mengamankan sejumlah pelajar putri. Mereka dinaikkan truk menuju mapolres.

“Kami hanya mendapatkan pesan singkat yang mengatasnamakan sebuah kelompok, ada perayaan teman – teman SMK Kristen di Salatiga. Makanya kami datang,” terang A, 16, salah satu siswa yang berasal Semarang.

Tidak hanya datang dari Semarang, ada pula siswa yang berasal dari Muntilan, Ambarawa, Ungaran, Boyolali, dan Magelang.

Saat ditelusuri, justru pelajar SMK Kristen tidak mengetahui adanya pesan yang tersebar itu. Di antara pelajar yang ditangkap, satu di antaranya yang berasal dari Banyumanik, Semarang ternyata sudah bukan pelajar.

Polisi sejak awal sudah mendapatkan informasi bakal adanya tawuran ini langsung melakukan pengamanan. Para pelajar yang dicurigai sudah berkumpul di Jalan Diponegoro sejak pagi. Polisi kemudian merazia para pelajar tersebut. Namun banyak yang kabur hingga terjadi kejar – kejaran. Mereka berlarian ke sawah dan selokan di Jalan Imam Bonjol.

Sekitar 35 pelajar ditangkap dalam razia pertama. Tidak berselang lama, polisi kembali mendapat informasi jika para pelajar dari luar kota kembali berdatangan. Polisi kemudian mendatangi lokasi di Blotongan, dan mendapati sejumlah pelajar dari luar wilayah Salatiga. Mereka berusaha kabur namun berhasil ditangkap.

Seorang wartawan Heru, yang ikut meliput penangkapan sempat menjadi korban tendangan pelajar hingga terjengkang jatuh. Polisi juga mengamankan belasan pelajar yang menumpang truk dari exit tol Bawen.

Kapolres Salatiga AKBP RH Wibowo yang terjun ke lokasi meminta jajarannya untuk serius menangani kasus tawuran tersebut. Dikhawatirkan kasus ini akan terus berulang jika tidak dilakukan penindakan tegas.

Hingga siang kemarin, lebih dari 60 pelajar dibawa ke Mapolres Salatiga. Mereka digeledah, diperiksa, dan didata keterlibatannya dalam rencana tawuran tersebut. Dalam penggeledahan awal, polisi mendapati sejumlah pelajar yang membawa gir dan potongan besi. “Para pelajar kami data dan difoto satu per satu, lalu diperiksa. Sebagian di antaranya dibawa ke polsek-polsek untuk memudahkan pemeriksaan,” katanya.(sas/aro)