Desa Plumutan Rawan DBD

160

BANCAK– Sebanyak 102 kepala keluarga (KK) di Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, berpotensi terkena penyakit demam berdarah denguE (DBD). Hal ini didasari data penelitian mahasiswa Akademi Keperawatan Budi Waluyo yang mencatat 102 bak mandi warga Desa Plumutan terdapat jentik nyamuk aides aigepty, penyebar penyakit mematikan ini.

Novrian, 21, salah satu peneliti mengatakan, aparat Desa Plumutan dan Kecamatan Bancak harus melakukan sosialisasi 3M plus untuk mengantisipasi jentik nyamuk aides aigepty. Yakni, dengan menguras, mengubur dan menutup agar tidak menjadi sarang nyamuk.

“Dari hasil penelitian ini kami akan membantu pemerintah setempat dalam menyosialisasikan progam 3M di Desa Plumutan. Tidak hanya itu, kami bersama kawan-kawan akan meninjau langsung ke bak mandi warga setelah dibersihkan, agar tidak ada warga yang terkena demam berdarah” katanya kepada Radar Semarang, kemarin (20/1).

Terkait kebiasaan warga setempat yang kerap buang hajat di sungai dan kebun, Camat Bancak Khabib Sholeh mengimbau agar warga yang punya kebun dan sawah mengalokasikan dana dari hasil sawah maupun kebunnya untuk membuat MCK (mandi, cuci, kakus). Khabib Sholeh berjanji akan membantu warga dengan membangunkan kamar mandi umum di setiap RW, agar warga tidak membuang hajat di sungai dan kebun lagi.

“Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan warga Desa Plumutan, saya mengimbau kepada warga yang punya sawah dan kebun, agar mau menyisihkan sedikit uang untuk membuat kamar mandi. Sangat disayangkan jika sungai menjadi tercemar akibat kotoran warga,” ujarnya. (mg14/aro)