Asuransi Dewan dalam Proses

120

GEDUNG BERLIAN – Sekretariat DPRD Jateng mengaku masih memproses asuransi para anggota dewan. Sebab diakui anggota dewan 2014-2019 masih baru menjabat, sehingga membutuhkan masa transisi untuk pembuatan asuransi. Selain itu, untuk asuransi kesehatan saat ini juga harus menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jateng, Rani Ratnaningdyah mengatakan, saat ini asuransi para anggota DPRD Jateng masih dalam proses. Ia sendiri mengaku masih belum mengetahui secara jelas terkait dengan asuransi kesehatan tersebut. ”Logikanya, asuransi kesehatan memang masih miliknya anggota dewan yang lama. Jadi untuk yang saat ini masih dalam proses penataan,” katanya.

Ia menambahkan untuk membuat asuransi yang baru membutuhkan proses dan tidak bisa tiba-tiba. Apalagi kerja sama dengan asuransi biasanya berlangsung tahunan. Ia juga mengakui jika saat ini anggota DPRD Jateng masih belum semuanya memasukkan biodata diri sebagai syarat pembuatan asuransi kesehatan. Apalagi dari 100 anggota dewan, saat ini 70 persen di antaranya merupakan anggota baru. ”Sekarang semua wajib menggunakan asuransi BPJS. Kalau dulu anggota dewan pakai asuransi InHealth,” imbuhnya.

Rani berharap agar anggota dewan sedikit bersabar, karena saat ini masih dalam proses pembuatan asuransi kesehatan. Ia juga menampik anggapan jika anggota dewan tidak ter-cover asuransi kesehatan. ”Bukan tidak ter-cover, tapi masih belum rampung proses pembuatannya,” tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 100 anggota DPRD Jateng belum mendapatkan jaminan asuransi kesehatan. Padahal, anggaran untuk asuransi sudah dipotongkan dari gaji bulanan. Kondisi seperti ini dianggap merepotkan para legislator dan keluarganya ketika ada anggota keluarga yang sakit dan harus masuk rumah sakit. Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi tidak menampik masih belum adanya asuransi kesehatan bagi 100 anggota dewan Jateng. Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana anggota dewan belum mendapatkan asuransi kesehatan. ”Kami sudah rapat membahas masalah itu, mestinya memang anggota dewan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Rukma menegaskan, mestinya kondisi seperti itu tidak boleh terjadi. Apalagi dewan sudah resmi bekerja untuk rakyat Jateng. Setwan tentu sudah memperhitungkan jadwal, dan kapan pendaftaran asuransi yang baru. ”Mestinya Januari ini, semua anggota dewan sudah ter-cover asuransi,” tambahnya. (fth/ric/ce1)