Usaha di Jateng Tumbuh Lambat

153

SEMARANG – Kegiatan usaha di Jawa Tengah pada triwulan pertama tahun 2015 diperkirakan masih akan mengalami perlambatan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,81 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi SBT pada triwulan IV-2014 sebesar 15,51 persen.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Ananda Pulung mengatakan, perlambatan terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan yang ditunjukkan melalui SBT sebesar 2,32 persen, lebih kecil dibandingkan realisasi pada triwulan IV-2014 sebesar 4,71 persen.

Hal berbeda terjadi pada sektor industri pengolahan yang diperkirakan akan meningkat. Hal ini terlihat pada SBT perkiraan kegiatan pada triwulan I-2015 sebesar 4,39 persen, sedikit lebih tinggi dibanding realisasi kegiatan usaha triwulan IV-2014 sebesar 4,09 persen.

Pelaku usaha memperkirakan kegiatan investasi pada triwulan I-2015 akan menurun dibandingkan triwulan IV-2014. Hal ini tercermin dari SBT sebesar 6,16 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi SBT triwulan IV-2014 sebesar 8,89 persen. “Hal ini juga sejalan dengan perkiraan kegiatan usaha yang masih terus melambat di triwulan I-2015,” jelasnya.

Sebelumnya, kegiatan usaha di Jawa Tengah pada triwulan IV-2014 juga tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan III-2014. Hal ini terindikasi dari pencapaian Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) tercatat 15,51 persen, lebih rendah dibandingkan dengan SBT triwulan III-2014 sebesar 26,68 persen, serta lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 19,00 persen.

Penurunan kegiatan usaha terjadi pada sektor pengangkutan dan transportasi yang turun dari 1,02 persen pada triwulan III-2014 menjadi -0,25 persen pada triwulan IV-2014 akibat dari kenaikan BBM bersubsidi yang membuat tarif angkutan menjadi naik sehingga menyebabkan penjualan berkurang. (dna/smu)