SPBU Kendal Kehabisan Stok Premium

235
STOK HABIS – Stok BBM jenis Premium di SPBU Kendal langsung habis usai pemerintah menurunkan harga. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
STOK HABIS – Stok BBM jenis Premium di SPBU Kendal langsung habis usai pemerintah menurunkan harga. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
STOK HABIS – Stok BBM jenis Premium di SPBU Kendal langsung habis usai pemerintah menurunkan harga. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang berlaku Senin (19/1) kemarin, diikuti dengan kelangkaan BBM dihampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kendal. Akibatnya, masyarakat terpaksa harus membeli BBM non subsidi jenis pertamax.

Pantauan Radar Semarang, hampir diseluruh SPBU di Kendal mengalami kelangkaan BBM jenis premium. Adapun SPBU yang masih menyediakan premium terjadi antrian panjang dan langsung habis diserbu masyarkat, jelang siang kemarin. Diantaranya, di SPBU daerah Kecamatan Kaliwungu, Seperti, Tunggul Rejo, Kebondalem, Sumberejo dan dijalur lingkar aretari di Desa Wonorejo.

Selain itu SPBU di Kecamatan Brangsong, di SPBU Rejosari, di Kecamatan Patebon, seperti di Desa Jambearum dan Cangkring, Lanji. Sert SPBU lainnya yang berad di Kecamatan Gemuh dan Weleri, banyak SPBU yang memasang tanda Premium Habis.

Salah satu karyawan SPBU Kebonadem, Siti mengatakan, BBM jenis premium sudah habis sejak pukul 09.30. Sebelumnya, telah terjadi antrian panjang, sejak pagi kemarin. SPBU tempat ia bekerja memang belum mendapatkan pasokan dari Pertamina. “Sudah sejak pagi (kemarin, Red) tadi masyarakat mengantre Pertamax, karena premium sudah habis,” kata Siti.
Adi Santosa, warga Kendal mengaku kebingungan mencari SPBU yang masih ada bensin premiumnya. Karena terpaksa, akhirnya ia membeli bensin eceran yang harganya masih Rp. 9.000. “Saya berjalan sepanjang Pantura Kendal. Tapi hampir semua SPBU kehabisan bensin,” katanya.

Hal senada diakui Nugroho, 30, warga Sekopek, Kaliwungu. “Sudah keliling dari barat Weleri sampai Kaliwungu cari bensin tidak dapat. Jika ada, antrenya panjang. Jadi memang semua SPBU di jalur pantura kehabisan premium,” katanya. Ia sendiri mengaku sengaja tidak mengisi bensin untuk kendaraannya seak sabtu lalu. Hal itu karena ia ingin menunggu harga turun yang diberlakukan Senin (19/1) kemarin. “Niat saya cari harga lebih murah, malah jadi susah karena harus menghambat kerja saya,” akunya.

Manager SPBU Kebonadem, Hasyim, mengaku bensin premium di SPBU nya telah habis sejak pukul 09.30. “Pengiriman telat jadi bukan karena ada masasalah kelangkaan barang di Pertamina. Tapi hal ini sudah dapat informasi dari Pertamina, mobil yang membawa BBM untuk SPBU di Kendal daam perjalanan,” jelas Hasyim. (bud/fth)