SEMARANG – Sebanyak 30 kelompok usaha mandiri masyarakat (KUMM) kota Semarang, menerima bantuan modal dari Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Semarang. Suntikan modal ini diberikan agar pelaku usaha yang mayoritas dari kekurangan modal dan tediri dari kalangan menengah agar mampu bersaing dan bangkit dari keterpurukan.

Koordinator Bidang Ekonomi PKPU Semarang, Joko Adi mengatakan, jika sumbangan tersebut diberikan kepada para pelaku usaha kecil yanga ada di Semarang. Sementara dana bantuan modal yang diberikan berasal dari sumbangan perusahaan atau dana corporate sosial responsibilty (CSR) dan juga dari dana zakat. “Hingga saat ini kami telah memiliki lkelompok usaha sebanyak 30 kelompok. Setiap kelompoknya, memiliki anggota 10 -15 orang,” katanya saat ditemui dalam acara pelatihan peningkatan kapasitas pendamping dan pengurus KUMM di Semarang, kemarin.

Besaran bantuan modal yang diberikan, lanjut dia mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, dengan harapan kelompok usaha bisa meningkatkan kapasitas produksi yang dilakukan. “Uang modal tadi bersifat pinjaman yang nantinya dikembalikan pada jangka waktu tertentu. Dalam pinjaman tesebut, kami tidak memberikan bunga, jadi apa yang diberikan dengan yang dibayarkan,” tambahnya.

Selain memberikan pinjaman modal usaha, PKPU juga memberikan dan mengadakan pelatihan kepada pelaku usaha. Dengan harapan modal usaha dan modal pelatihan bisa meningkatkan usaha dan produksi mikro yang ada. “Kami beharap mereka mampu besaing dan bisa terentas dari kemiskinan,” pungkasnya. (den/smu)