KENDAL – Sejumlah pedagang di Pasar Sukorejo Kendal resah dengan maraknya pelaku pencurian yang menyatroni kios pedagang. Pelaku pencurian kerap melancarkan aksinya dinihari ketika kondisi pasar sepi. Seorang pedagang, Wartini, 62 mengaku kiosnya sudah beberapa kali dibobol. “Satu pekan ini saja, kasus pencurian di Pasar Sukorejo sudah ada tiga kali kejadian,” katanya.

Aksi pencurian yang marak terjadi sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Tapi sayang, sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat keamanan baik itu Polsek atau keamanan untuk melakukan patroli. “Di Pasar Sukorejo sering terjadi pencurian. Yang dicuri barang dagangan seperti kebutuhan bahan pokok, timbangan dan sejumlah barang berharga lainnya,” imbuhnya.

Ia mengaku kecewa dengan keamanan pasar dengan banyaknya barang dagangan dicuri. Padahal pedagang setiap minggu diharuskan membayar iuran keamanan dari petugas pasar sebesar Rp 1.500. Tapi kenyataannya tidak ada petugas yang berjaga saat malam sampai dini hari. “Sebenarnya ada petugas keamanan, tetapi hanya satu orang. Itupun belum tentu mengawasi seluruh kios yang jumlahnya mencapai seratus lebih,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Eti Sutini, 40 pedagang lainnya. Ia menambahhkan aksi pencurian ini sudah berlangsung lama. Namun sepertinya tida ada reaksi dan tindak lanjut dari petugas keamanan setempat. “Belum lama ini saya baru saja kehilangan alat timbangan. Padahal alat tersebut baru saja saya beli,” katanya. Ia berharap petugas keamanan yang menjaga pasar ini ditambah. Selain itu ada petugas kepolisian yang selalu melakukan patroli disekitar pasar. Sebab, jika hanya seorang petugas keamanan saja masih kurang mampu menjaga kios pasar yang jumlahnya ratusan.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Sukorejo, Hidayat mengatakan minimnya petugas jaga keamanan memang dimanfaatkan pencuri untuk mencari kelengahan petugas. “Memang petugas keamanan di Pasar Sukorejo ini hanya sedikit. Padahal, jumlah kiosnya sangat banyak. Pedagangpun juga kerap dihimbau agar waspada dan hati-hati atas aksi pencurian tersebut,” timpalnya. (bud/fth)