Harga Kepokmas Masih Mahal

143
MASIH MAHAL: Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Rejowinangun Magelang. Meski harga BBM turun, tapi harga ayam potong malah naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MASIH MAHAL: Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Rejowinangun Magelang. Meski harga BBM turun, tapi harga ayam potong malah naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MASIH MAHAL: Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Rejowinangun Magelang. Meski harga BBM turun, tapi harga ayam potong malah naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Meski harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengalami penurunan dua kali pasca-kenaikan November lalu, tetap saja harga-harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) masih mahal.

Hal itu terlihat di pasar tradisional Rejowinangun. Hanya beberapa saja yang mengalami penurunan. Faktanya, harga-harga kepokmas cenderung masih bertahan di harga saat ini.

Harga daging ayam potong, misalnya, justru mengalami kenaikan sejak libur sekolah, Natalan, Tahun Baru hingga Maulid Nabi.

Rahyuti, 56, seorang pedagang mengaku harga ayam potong mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya cuma Rp 28 ribu. “Pembelinya pada ngeluh karena kenaikan ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kedu yang kemarin memantau harga-harga kepokmas.

Warga Tidar Krajan, Kelurahan Tidar, Kecamatan Magelang Selatan itu mengaku kenaikan dipicu karena peternak ayam skala kecil banyak yang tak beroperasi. Hanya peternak besar saja yang masih eksis dan tetap memasok.
“Omset kami jadi menurun, keuntungannya juga sedikit. Biasanya saya bisa jual 70 ekor ayam per hari, sekarang hanya 50 dan kadang nggak sampai. Kalau nggak habis kadang di freezer,” akunya.

Kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur. Seperti bawang merah yang menembus harga Rp 15 ribu, dari harga sebelumnya Rp 12 ribu. Lalu bawang putih Rp 16 ribu, dari harga sebelumnya Rp 14 ribu. “Kalau cabai rawit Bangkok turun dari Rp 80 ribu, sekarang Rp 56 ribu per kilogramnya,” kata Dwi Yanti, 45, salah satu pedagang dari Dermo, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Lalu, untuk minyak curah cantingan saat ini naik. Semula hanya Rp 9 ribu, sekarang Rp 11 ribu. Sedangkan telur, kata dia, juga naik dari Rp 20.500 sekarang Rp 22 ribu. “Beras masih mahal. Sekarang Rp 10 ribu, sebelumnya Rp 9 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, harga yang masih stabil adalah daging sapi. Sampai saat ini, harganya Rp 90 ribu per kilogram. Karimah, 40, pedagang daging warga Glagah, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, mengatakan, harga daging sapi tak terlalu terpengaruh pada kenaikan maupun penurunan harga BBM.

“Yang bikin daging sapi naik itu momen Idul Fitri. Dan mahal-mahalnya sapi saat momen Idul Adha, kalau sekarang biasa saja.”

Pantauan koran ini, banyak pedagang berharap harga-harga kepokmas secepatnya turun. Sebab, kenaikan harga-harga dapat memicu lesunya penjualan. (put/isk)