HARUS TERTIB: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menegur pedagang di kawasan Pecinan yang menggunakan trotoar untuk menempatkan barang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
HARUS TERTIB: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menegur pedagang di kawasan Pecinan yang menggunakan trotoar untuk menempatkan barang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
HARUS TERTIB: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menegur pedagang di kawasan Pecinan yang menggunakan trotoar untuk menempatkan barang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Wali Kota Sigit Widyonindito bersama wakil wali kota, sekda, dan sejumlah kepala SKPD kemarin meninjau penataan Kota Magelang menggunakan bus. Sepanjang perjalanan dari kantor Pemkot, Wali Kota Sigit tak berhenti mengevaluasi temuan-temuannya.

Salah satunya, di Pasar Stres, yang akan berubah nama menjadi Pasar Sidomukti. Dia masih melihat banyak pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar di kawasan Alun-alun, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Pemuda. Padahal, Pemkot sudah berupaya merelokasi PKL ke tempat yang disediakan.

“Ini tugas DPU untuk menata dan satpol PP untuk menertibkan. Tentu ini menjadi perhatian, jangan sampai nanti PKL yang sudah tertata, kembali lagi ke trotoar,” kata Wali Kota Sigit, kemarin.

Sigit bersama SKPD terkait, sempat turun dan menegur PKL yang masih nekat berjualan dengan memangkas trotoar. Dia meminta agar pedagang bisa memindahkan dagangannya ke dalam toko, sehingga tidak mengganggu para pejalan kaki.

Untuk mempercantik kota, Wali Kota Sigit juga meminta agar taman di Baben ditanami beberapa bunga baru, agar lebih variatif. “Taman itu kan mempercantik wajah kota, harus dipelihara dengan baik, dan dikembangkan lagi agar makin bagus. Jenis bunganya bisa bervariasi lagi, agar makin terlihat menarik.”

Mantan Kepala DPU Kota Magelang itu juga memperhatikan Gunung Tidar. Menurt Sigit, kawasan itu bisa menjadi destinasi wisata yang potensial. Karenanya, perlu digarap serius. Tak hanya pembangunan tempat wisatanya saja. Tapi juga pembangunan karakter warga sekitar agar mau menjaga kawasan tetap cantik.

Hal itu disampaikan wali kota karena masih banyak warga yang kerap menjemur pakaian di sepanjang jalan masuk lokasi. (put/isk)