DIBONGKAR: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat membongkar arena judi sabung ayam di Jalan Srinindito Baru RT 8 RW 1 Ngemplak Simongan, Semarang Barat kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat membongkar arena judi sabung ayam di Jalan Srinindito Baru RT 8 RW 1 Ngemplak Simongan, Semarang Barat kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat membongkar arena judi sabung ayam di Jalan Srinindito Baru RT 8 RW 1 Ngemplak Simongan, Semarang Barat kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Sebanyak 36 dari 42 orang yang sempat diamankan dari arena judi sabung ayam kelas kakap di Jalan Srinindito Baru RT 8 RW 1 Ngemplak Simongan, Semarang Barat dilepaskan oleh penyidik Reskrim Polrestabes Semarang. Polisi hanya menahan dan menetapkan enam tersangka, salah satunya seorang pria bernama Yanto BK, yang diduga pengelola arena judi sabung ayam beromzet miliaran rupiah tersebut.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, telah menetapkan enam tersangka pasca penggerebekan arena judi sabung ayam tersebut, Minggu (18/1) siang lalu. ”Sudah kami tetapkan tersangka, termasuk pengelola (Yanto BK),” kata Djihartono kepada Radar Semarang kemarin (19/1).

Sayangnya, Djihartono masih enggan membeberkan secara detail identitas keenam tersangka berikut perannya dengan alasan masih dalam pengembangan penyelidikan. ”Kami menyita barang bukti uang hasil taruhan Rp 300 juta,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, sebanyak 26 ekor ayam petarung disita sebagai batang bukti. ”Dalam penggerebekan itu, kami di-back up Polda Jateng,” katanya.

Mengenai keberadaan arena judi sabung ayam tersebut yang ditengarai telah beroperasi selama 5 tahun, dan terkesan dibiarkan oleh polisi, Djihartono membantah. ”Bukan dibiarkan. Kami butuh waktu. Cari waktu yang tepat, kemudian kami gerebek saat event itu,” kilahnya.

Pihaknya masih menelusuri apakah ada keterlibatan oknum polisi sebagai beking atau tidak dalam perhelatan judi sabung ayam yang diduga melibatkan para tamu undangan dari sejumlah kota di Indonesia tersebut.

Djihartono mengaku sudah mengingatkan bahwa semua anggota kepolisian di bawah jajarannya tidak boleh terlibat membekingi segala kasus kriminal dan pelanggaran hukum. ”Kalau masih nekat ya harus menerima risikonya,” tegasnya.
Dia mengatakan, dilepaskannya sebanyak 36 orang yang tidak ditetapkan tersangka, menurut kapolrestabes, telah melalui proses pemeriksaan. ”Tidak ditahan karena tidak terbukti,” katanya.

Sementara itu, seorang pria berinisial YG, 60, warga Pedurungan, mengaku sudah dilepaskan oleh penyidik Polrestabes Semarang. ”Dilepas semua, kecuali panitia. Lainnya juga sudah pulang semua. Sudah diurusi sama Mas Yanto (Yanto BK, Red), kalau tidak diurusi ya bisa ditahan,” ujarnya saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Semarang kemarin.

YG mengaku hanya menjadi salah satu penonton di arena judi sabung ayam tersebut. Ia sempat digelandang ke Mapolrestabes Semarang saat penggerebekan Minggu (18/1) siang sekitar pukul 11.00.

Sebuah mobil Toyota Vellfire bernomor polisi AD 4 MS, yang diduga milik seorang cukong, hingga siang kemarin masih terparkir di halaman Mapolrestabes Semarang. Mobil tersebut sebelumnya juga berada di sekitar lokasi penggerebekan.
”Para tersangka bakal dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara,” kata kapolrestabes.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Padli, mengaku tidak tahu kalau di wilayah hukumnya terdapat arena judi ayam sabung berkelas nasional. ”Kami tidak tahu, karena belum ada informasi sama sekali,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Namun pihaknya mengakui dulu pernah ada informasi terkait lokasi sabung ayam. Akan tetapi, saat digerebek tidak ada. ”Dulu sudah pernah dua kali digerebek, itu sudah lama jedanya. Nggak tahu kalau belakangan digunakan lagi,” kilahnya.

Ketua RT 12 RW 1 Jalan Srinindito Baru, Purwanto, 37, mengaku tidak berani mengingatkan ataupun menegur praktik perjudian sabung ayam di kampungnya. Hal itu diduga disebabkan adanya oknum kepolisian yang membekingi perhelatan tersebut. ”Saya nggak punya kewenangan menegur. Itu kewenangan pihak berwajib,” katanya.

Dia mengakui, keberadaan arena judi sabung ayam tersebut telah ada kurang lebih sejak 5 tahun silam. ”Sudah lama, kurang lebih 5 tahun,” ujarnya.

Purwanto tak menampik, adanya arena sabung sabung ayam tersebut sedikit banyak membantu perekonomian warga setempat. Di antaranya, ada warga yang membuka jasa parkir dan berjualan makanan di sekitar arena sabung ayam.

Sumber Radar Semarang menyebutkan, ratusan pejudi sabung ayam yang datang berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa. Di antaranya, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Salatiga. Mereka datang setelah diundang oleh panitia yang dimotori Yanto BK.

Untuk besaran taruhan dalam perhelatan judi sabung ayam tersebut dibagi menjadi beberapa kelas. Mulai kelas pinggiran (diikuti penonton) berkisar antara Rp 2 juta, Rp 10 juta, Rp 20 juta, hingga Rp 100 juta. Bahkan kelas cukong taruhannya bisa mencapai Rp 1 miliar. Tiket masuk ke arena judi sabung ayam tersebut Rp 400 ribu untuk kelas VIP. Sedangkan yang berada di belakang, tiketnya Rp 200 ribu.

”Iya, masuk saja bayar segitu,” ujar Ejun, 50, yang mengaku sengaja datang dari Kota Salatiga untuk menyaksikan adu ayam di lokasi tersebut.

Kerahkan 120 Personel
Sementara itu, sebanyak 120 personel Satpol PP Kota Semarang kemarin (19/1) dikerahkan untuk membongkar arena sabung ayam di Jalan Srinindito Baru. Luasnya lahan dan banyaknya bangunan semipermanen di lokasi tersebut membuat petugas satpol PP kewalahan. Pembongkatan sendiri tidak bisa dilakukan sehari, tapi dilanjutkan Selasa (20/1) hari ini pukul 09.00.

Akses menuju lokasi juga harus melewati gang-gang berliku. Posisinya di lahan kosong seluas kurang lebih 300 meter persegi, di tengah perkampungan padat penduduk. Di pinggir arena judi sabung ayam tersebut terdapat seng sebagai penutup. Pintu masuk ada meja loket pembelian tiket seharga Rp 400 ribu dan Rp 200 ribu.

Setelah memasuki penjagaan tiket, terlihat arena judi sabung ayam berbentuk lingkaran, dikelilingi kursi-kursi bernomor untuk penonton VIP layaknya di Las Vegas. Selain itu ada bangunan kantin di sisi kiri serta kandang besar yang digunakan untuk transit ayam petarung.

Petugas yang melakukan pembongkaran juga menemukan buku-buku berisi daftar taruhan, dan sejumlah kertas pengikat uang berlabel bank senilai Rp 10.000.000. ”Kami melibatkan sebanyak 120 anggota untuk menindaklanjuti penggerebekan oleh tim Polrestabes Semarang,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, di lokasi kejadian.

Pihaknya mengaku tidak bisa menyelesaikan pembongkaran dalam waktu satu hari. ”Kami lanjutkan besok, (hari ini),” ujar Kusnadir.

Di lokasi judi sabung ayam kemarin telah diberi garis polisi. Selain itu, terdapat sejumlah mobil yang diberi garis polisi. Diduga mobil-mobil tersebut milik para pejudi sabung ayam yang ditinggalkan pemiliknya saat terjadi penggerebekan Minggu (18/1) siang. Di antaranya Mobil Nissan Evalia H 8799 MB, Toyota Corona K 8288 FF, dan motor Yamaha Jupiter H 4272 Y.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Fadli mengatakan, hingga kini belum diketahui siapa pemilik sejumlah kendaraan tersebut. ”Belum diketahui siapa pemiliknya,” kata Fadli.

Pihaknya berharap, setelah dilakukan pembongkaran ini tidak ada lagi praktik perjudian sabung ayam di wilayah hukumnya. Dia juga menegaskan, jika masyarakat ada yang mengetahui ada oknum polisi yang terlibat membekingi arena judi sabung ayam tersebut, diminta melaporkan ke pihaknya. ”Kalau ada anggota yang terlibat, silakan masyarakat memberi informasi kepada kami,” ujarnya. (amu/aro/ce1)