TEMANGGUNG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyatakan bahwa Temanggung harus mewaspadai tiga bencana. Yakni tanah longsor, banjir dan angin ribut.

Hal ini disampaikan Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto. Untuk itu pihaknya terus melakukan pemantauan di daerah-daerah rawan bencana di berbagai kecamatan. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi awal untuk menanggulangi dan meminimalisasi dampak bencana.

Bencana tersebut juga telah terjadi pada tahun 2014 lalu di berbagai daerah yang saat ini telah dipetakan.
“Kabupaten Temanggung rawan tiga bencana, yaitu tanah longsor, banjir, angin ribut. Untuk angin di semua kecamatan atau 20 wilayah rawan. Lalu banjir bandang seperti di Kwadungan Kecamatan Kledung, Kecamatan Parakan, Mojotengah Kecamatan Kedu. Adapun longsor di Kecamatan Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Gemawang, Tretep, Wonobooyo, Jumo, Candiroto, dan Bejen,” ungkapnya.

Menurutnya, sejak Desember 2014 BPBD telah menetapkan status siaga dan kawasan yang dinilai rawan setiap saat selalu dipantau perkembangannya. Apalagi berdasarkan perkiraan BMKG puncak curah hujan akan terjadi pada akhir Januari hingga Februari, sehingga pada saat itu perlu adanya peningkatan kewaspadaan dari semua pihak.

Disebutkan, tahun lalu dari catatan BPBD, jumlah bencana paling banyak adalah kebakaran, yakni 56 kejadian dengan kerugian materi Rp 2,7 miliar. Tanah longsor 44 kejadian kerugian Rp 1,3 miliar, angin ribut 15 kejadian dengan kerugian Rp 188 juta. Lalu banjir sebanyak enam kali dengan kerugian Rp 1,3 miliar, terbesar adalah banjir bandang di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung yang menghancurkan kawasan Agro Techno Park (ATP), serta permukiman warga.

“Berkaca dari pengalaman tahun lalu, maka saat ini kita terus meningkatkan kewaspadaan dengan pengamatan intens. Kepada masyarakat Kabupaten Temanggung juga kami imbau agar selalu waspada setiap saat, akan kemungkinan tiga bahaya bencana itu, yakni banjir, tanah longsor, dan angin ribut,”pintanya. (mg3/lis)