Sudah Biasa Digigit, Ukuran Bukan Patokan Harga

190
AHMAD ZULFA FOR RASE
AHMAD ZULFA FOR RASE
AHMAD ZULFA FOR RASE

Banyak orang yang bergidik jika dekat dengan reptil, utamanya ular. Namun tidak demikian dengan anggota Kres. Justru dari reptil inilah, hobi mereka berkembang. Seperti apa?

Dhinar Sasongko, Salatiga

Belasan orang berseragam hijau hitam berkumpul di salah satu sudut lapangan Pancasila, kemarin pagi. Orang yang lalu lalang pagi itu banyak yang mendekat menyaksikan bawaan rombongan tersebut.

Ternyata mereka membawa berbagai macam reptil. Mulai dari ular, iguana hingga biawak. Para anggota Komunitas Reptil Salatiga (Kres) ini, memang sedang berkumpul rutin setiap minggu di lokasi tersebut untuk saling brsilaturahmi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami hanya ingin memberikan edukasi ke masyarakat jika reptil bukanlah hewan yang harus ditakuti. Memang ada yang berbisa namun yang jinak dan bisa dipelihara juga banyak,” terang Iman Satriya, salah satu anggota Kres saat ditemui wartawan, kemarin.

Dijelaskan dia, anggota komunitas kumpul setiap minggu. Komunitas sendiri telah berdiri hampir empat tahun silam. “Kami sangat berharap, reptil bisa diterima masyarakat,” imbuh Jonathan Pradipta, salah satu pendiri Kres. Ia memiliki ular jenis retic yang tidak berbisa. Ular ini hanya membelit dan menggigit jika merasa terancam.

Dia mengaku pernah merasakan gigitan ular yang dipeliharanya. Hal itu dikarenakan ia terlambat melepas tikus yang akan diumpakannya ke ular. Namun itu tidak membuatnya jera dan justru semakin menggemari memelihara.

Dalam pertemuan kemarin, para anggota kebanyakan membawa ular yang berjenis retic jawa dan phyton. Selain itu, juga banyak yang membawa iguana. Bahkan ada yang memiliki iguana merah serta iguana padang pasir yang bentuknya unik.

“Dalam dunia reptil, ukuran bukan menjadi patokan harganya melainkan tingkat populasinya. Semakin langka, maka hewan akan semakin mahal. Misalnya yang berwarna albino atau terang,” imbuh Jonathan yang kesehariannya bekerja di FIF Salatiga.

Anggota lainnya, Allan menuturkan, reptil sebenarnya juga termasuk kura – kura. Hanya saja untuk Salatiga, hawanya masih terlalu dingin sehingga kurang maksimal untuk memelihara hewan bertempurung tersebut.(*/zal)