Ramai-Ramai Tolak BRT Masuk Kendal

92
SEPI: Kondisi Terminal Bahurekso yang sepi penumpang dikeluhkan para awak angkutan umum di Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SEPI: Kondisi Terminal Bahurekso yang sepi penumpang dikeluhkan para awak angkutan umum di Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SEPI: Kondisi Terminal Bahurekso yang sepi penumpang dikeluhkan para awak angkutan umum di Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Rencana Pemkab Kendal untuk memasukkan Bus Rapid Transit (BRT) koridor Semarang-Kendal mendapat penolakan sejumlah paguyuban angkutan umum dan pengusaha angkutan darat di Kendal. BRT dinilai mengancam pendapaan awak angkutan umum yang beroperasi di Kendal. Ketua Paguyuban Awak Bus setia Kawan, Muhson mengatakan penolakan lantaran saat ini bisnis jasa angkutan di Kendal cenderung menurun dari tahun ke tahun. Masyarakat umum lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang naik angkutan umum. “Apalagi bus-bus dari Kendal, saat ini sudah tidak boleh masuk ke Kota Semarang. Sesuai regulasi yang ada, angkutan umum dari Kabupaten Kendal hanya bisa transit akhir di Terminal Mangkang, tidak bisa masuk kota,” katanya.

Dengan masuknya BRT Koridor Semarang-Kendal, dengan rute Simpanglima-Termial Bahurekso, jelas akan mengurangi pendapatan angkutan umum. “Masyarakat yang selama ini memakai jasa kami, tentu akan memilih BRT yang bisa masuk Kota sampai Simpanglima,” keluhnya.

Ia mengaku kondisi angkutan umum di Kendal sekarang sedang krisis penumpang. Untuk mengais pendapatan bersih Rp 50 ribu saja awak angkutan umum sudah kesulitan. “Masukknya BRT akan mematikan pendapatan awak bus angkutan umum,” tandasnya.

Saat ini jumlah bus di Kendal jenis AKDP ada 200 angkutan. Rinciannya sekitar 90 bus pintu dua, 60 bus pintu satu, dan 50 sisanya angkutan kota. Dengan jumlah armada yang ada, satu bus jurusan Mangkang-Bahurekso hanya bisa mendapatkan dua kali PP Semarang-Kendal. “Sehingga pendapatan sopir dan kernet hanya Rp50 ribu tiap harinya. Jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Belum biaya sewa bus kepada pengusaha bus yang dibebankan kepada awak bus sebesar Rp 150-200 ribu saban hari. Serta bahan bakar minyak yang pula harus ditanggung awak bus. “Jika BRT masuk Kendal, matilah awak angkutan umum di Kendal ini,” tansdasnya.

Protes juga sejumlah pengusaha angkutan darat di Kendal. Para pengusaha angkutan darat menolak, karena saat ini angkutan di Kendal sudah terlalu banyak. “Jika sampai BRT masuk, maka yang jadi korban adalah pengusaha angkutan yang ada di daerah. Karena masyarakat pasti akan lebih memilih menggunakan BRT,” kata Ketua Paguyuban Angkutan Motromini Bahurekso, Muslimin.

Ia menyetujui BRT masuk Kendal, jika bus-bus dari Kendal seluruhnya diperbolehkan masuk Kota Semarang. Maka pengusaha siap bersaing karena potensi penumpang lebih banyak dari Kota Semarang ketimbang dari Kendal. “Jadi sekalian sama-sama bersaing yang adil, tidak masalah,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Budiono, Ketua Paguyuban Angkutan Kendal-Weleri. Menurutnya sebelum menambah angkutan dari luar, pemerintah harusnya memperhatikan pengusaha angkutan darat yang ada didaerahnya. “Angkutan darat yang ada ini diberdayakan maksimal, jangan menambah karena pasti akan mendapat penolakan,” tuturnya. Ia berharap, para legislatif di Komisi C bisa memperjuangkan nasib para sopir, kernet maupun pengusaha angkutan darat di Kendal. “Para dewan harus bisa melihat realitas yang ada dan membela kepentingan rakyatnya,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng, Untung Sirianto keberadaan BRT koridor Semarang Kendal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Yakni angkutan yang aman, nyaman dan murah. “Ini baru tahap sosialisasi, ke depan masih perlu dibahas terutama dengan pelaku angkutan darat. Sebab BRT ini nantinya bisa dikelola sendiri oleh pengusaha angkutan darat di Kendal, sehingga kami memberikan kesempatan luas bagi pengusaha di Kendal yang bisa menyediakan angkutan BRT sesuai dengan tipe yang kami syaratkan,” katanya.

Rencananya BRT akan mulai dioperasian 2015 mendatang dengan jumlah bus sebanyak 25 unit. Dengan jumlah unit sekian, maka jarak tempuh atau waktu tunggu di halte yang ada kisaran 10-15 menit. “Beroperasi dari pagi hingga malam 23.00 WIB,” tambahnya. (bud/fth)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. gimana nasib kendal klo di masuki brt atau trans semarang apakah pemerintah tak kasihan dengan bus kendal curug sewu jaya treyek sudah di potong di mkng malah mau di masukin brt kendal atau trans semarang cari upah aja susah bnget gimana klo di msuki pemerintah harus kasihan dengan bus kendal gimana nasib kru bus kendal sudah tk berdaya masih di masuki brt kendal tlong kasihan dengan kami kru bus kendal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here