Petak Butuh Sosialisasi Pendidikan

227
INTENSIFKAN KOORDINASI: Kirab budaya maulud nabi yang diselenggarakan di Desa Petak, Susukan kemarin diharapkan bisa menjadi sarana untuk lebih mengintensifkan koordinasi antar sekolah. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
INTENSIFKAN KOORDINASI: Kirab budaya maulud nabi yang diselenggarakan di Desa Petak, Susukan kemarin diharapkan bisa menjadi sarana untuk lebih mengintensifkan koordinasi antar sekolah. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
INTENSIFKAN KOORDINASI: Kirab budaya maulud nabi yang diselenggarakan di Desa Petak, Susukan kemarin diharapkan bisa menjadi sarana untuk lebih mengintensifkan koordinasi antar sekolah. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SUSUKAN—Minimnya lulusan SMA dan Perguruan Tinggi (PT) di Desa Petak, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, membuat sejumlah pihak merasa prihatin. Sebab, selama ini, kebanyakan pemuda Petak hanya lulusan SMP karena berorientasi kerja sehingga banyak yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan sosialisasi pentingnya arti pendidikan bagi anak di daerah tersebut.

“Ini disayangkan karena Desa Petak butuh anak muda yang berwawasan luas untuk mengembangkan pendidikan di sini. Beberapa orang yang sudah pandai-pun tidak mau kembali ke Petak. Mereka lebih memilih ke kota-kota besar karena lebih bergengsi,” tandas Zaki Mas’udi Kepala Sekolah SMKT ALTA di sela-sela kegiatan kirab budaya peringatan maulud nabi dan Anniversary SMKT Alta kemarin (18/1).

Zaki menambahkan, jika permasalahan pendidikan paling utama di Desa Petak adalah sulitnya koordinasi antar sekolah. Di samping itu, jauhnya jarak dengan Dinas Pendidikan Kabupaten membuat guru kadang malas koordinasi dengan dinas. Dengan adanya acara Kirab Budaya ini, diharapkan menjadi wahana untuk menjalin komunikasi antar sekolah. Sehingga sekolah-sekolah di Kecamatan Susukan dapat bersinergi untuk memajukan pendidikan di Kecamatan Sususkan. “Acara kirab budaya ini sudah terselenggara selama tiga tahun. Setiap tahun selalu berkembang. Kami melibatkan 24 sekolah dari SD sampai SMA agar turut meramaikan kegiatan ini. Fungsinya agar komunikasi antar sekolah di Kecamatan Susukan bisa terjalin dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi. Pasalnya kegiatan ini positif untuk membentuk mental para anak didik dan menjalin komunikasi antar sekolah.“Saya rasa kegiatan ini akan membuat para murid senang dan secara tidak langsung memberikan pendidikan kepada anak agar semangat dalam belajar umum dan agama,” tandasnya.
Sebelum pulang, Mundjirin sempat membagikan uang kepada pelajar yang menjawab pertanyaannya tentang agama. Setiap yang bisa menjawab mendapat hadiah uang Rp 100 ribu. (mg14/zal)