Peringati Maulid, 36 Bocah Disunat

147
ANTRE SUNAT : Puluhan anak dengan nomor urut masing-masing sedang menunggu giliran untuk disunat, kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
ANTRE SUNAT : Puluhan anak dengan nomor urut masing-masing sedang menunggu giliran untuk disunat, kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
ANTRE SUNAT : Puluhan anak dengan nomor urut masing-masing sedang menunggu giliran untuk disunat, kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

KAJEN – Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran berlangsung meriah. Bukan hanya pawai yang melibatkan puluhan anak dan remaja, panitia kegiatan yang dihelat oleh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) tersebut juga menggelar sunat massal.

Ketua panitia kegiatan, Fauzi Suud mengatakan, sebagai rentetan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Sabtu (17/1), digelar khitan massal. Sedikitnya 36 anak laki-laki mengikuti salah satu ajaran Nabi Ibrahim tentang urusan thaharah (bersuci) tersebut. “Puluhan anak yang dikhitan, selain dari Simbangkulon, ada juga yang berasal dari daerah lain. Ada Kecamatan Tirto hingga Kecamatan Talun,” ungkapnya, di sela pelaksanaan khitan massal, Sabtu (17/1).

Fauzi menambahkan, dalam pelaksanaan khitan di TK Muslimat Simbangkulon tersebut, pihaknya bekerja sama dengan tim medis dari Klinik Pratama Mitra Bahagia yang dikelola oleh MWC NU Buaran. “Peringatan maulid ini sudah berjalan selama 48 tahun, ini yang ke 49. Alhamdulillah berkat dukungan dari masyarakat terutama Kelurahan Simbangkulon acara ini berjalan lancar dan aman tanpa gangguan,” paparnya.

Sementara itu warga setempat, Maliki, 45, mengatakan, kirab Maulid di Simbangkulon setiap tahunnya selalu meriah. Sebab, selain menyajikan tontotan yang menarik, kreatif, lucu juga tak lepas dari nilai pendidikan. “Terutama tontonan itu memang harus mendidik. Saat kirab kemarin, anak-anak ada yang berpakaian pejuang. Ada juga berpakaian seperti ulama. Ini bagi saya sangat mendidik untuk penokohan dalam diri anak, agar tidak terserang tokoh-tokoh negatif dari sinetron,” bebernya.

Acara tersebut diikuti ratusan orang baik orang tua, remaja, maupun anak-anak. Mereka merupakan perwakilan dari setiap mushola yang ada di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran. “Kemarin itu, rutenya, mulai dari TK Muslimat Simbangkulon ke Masjid Jami Simbangkulon, lalu ke Jalan Raya Simbangwetan-Jenggot. Kemudian ke arah utara menuju lampu merah Bendo, dilanjutkan ke Jalan Tanjung lalu kembali lagi ke TK Muslimat Simbangkulon,” jelasnya. (hil/ric)