SEMARANG – Siapa sangka, di Jalan Srinindito Raya 1 RT 8 RW 1 Ngemplak Simongan, Semarang Barat, ada tempat perhelatan judi sabung ayam yang cukup luas dan besar. Diduga perhelatan di arena judi sabung ayam ini, diikuti oleh para cukong yang jaringannya se-Indonesia.

Terbukti, ratusan orang di arena judi beromzet miliaran rupiah itu kalang kabut, saat tim kepolisian menyergap dengan menerjunkan dua kompi bersenjata laras panjang dari Polrestabes Semarang, Minggu (18/1) siang kemarin. Puluhan penonton maupun peserta taruhan tak bisa berbuat banyak. Namun puluhan yang lain, berhasil kabur dari sergapan polisi. Meski begitu, sebanyak 42 orang yang diduga peserta perhelatan judi ditangkap dan digelandang ke Mapolrestabes Semarang.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, perhelatan eksklusif tersebut diduga diikuti oleh para maniak judi sabung ayam dan juga tamu undangan dari berbagai kota se-Indonesia. Tampak sejumlah mobil mewah berpelat nomor luar kota terparkir tak jauh dari lokasi judi.

Arena judi sabung ayam tersebut terletak di sebuah lahan kosong di perkampungan, yang didesain cukup unik. Terdapat lingkaran arena pertarungan ayan seperti arena tinju.

Di pinggir arena tersebut terdapat tempat duduk penonton khusus kelas VIP dengan tiket Rp 400 ribu. Sedangkan penonton yang berada di tribun atas, tarif tiketnya Rp 200 ribu. Tak sembarang orang bisa masuk ke arena perjudian tersebut.

Salah satu yang ditangkap adalah Suroso, 43, warga Srinindito. Ia mengaku hanya mampir makan di warung dalam kompleks tempat perhelatan tersebut. ”Saya tidak tahu apa-apa. Mau makan di warung sama anak saya. Tiba-tiba ikut dibawa polisi. Memang di situ ada perhelatan sabung ayam. Soal taruhan ayam, saya tidak tahu,” ujarnya di Mapolrestabes Semarang.

Sedangkan Ejun, 50, yang juga turut ditangkap petugas mengaku sengaja datang dari Kota Salatiga karena diundang temannya. ”Saya hanya menonton, saya masuk arena dengan membeli tiket masuk seharga Rp 400 ribu. Kalau yang tribun atas harganya Rp 200 ribu,” ujarnya.

Dia mengelak, kedatangannya jauh-jauh dari Salatiga bukan untuk taruhan. Namun ia juga mengaku mengetahui kalau perhelatan tersebut telah tersusun rapi. ”Ada panitianya. Kalau saya hanya menonton saja. Hobi aja untuk hiburan,” ujar pria yang mengaku sudah 3 kali menonton di arena judi sabung ayam di lokasi tersebut. Meski dia mengelak, namun tim kepolisian menyita uang Rp 2 juta dari tangannya.

Sementara Andi, 30, yang juga ditangkap sedang membawa Rp 10 juta di lokasi judi tersebut, berdalih bahwa dirinya tidak ikut berjudi. ”Uang itu baru saja saya ambil dari ATM, rencananya akan saya gunakan untuk beli obat,” dalihnya kepada penyidik polisi.

Kendati demikian, penyidik polisi tetap memperbolehkan masing-masing untuk beralasan. Tentu saja, di hadapan hukum yang berbicara adalah barang bukti dan hasil pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya mengaku masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap 42 orang yang ditangkap. ”Masih kami periksa dulu, dipilah-pilah perannya seperti apa,” katanya.
Hasil penggerebekan tersebut, pihaknya menyita sebanyak 26 ekor ayam petarung. ”Uang yang kami sita Rp 300 juta,” kata Sugiarto ditemui di sela-sela pemeriksaan.

Sebanyak 42 orang itu hingga petang kemarin masih duduk di lorong-lorong gedung Mapolrestabes Semarang, menunggu giliran pemeriksaan oleh penyidik. Beberapa di antaranya para cukong yang diduga bos dalam perhelatan judi sabung ayam tersebut. (amu/ida/ce1)