Dewan Minta Pemkot Lebih Teliti Memilih Peserta Lelang

137

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mengingatkan kepada Pemerintah Kota Semarang untuk lebih hati-hati dan teliti dalam melakukan pelelangan pekerjaan di tahun 2015. Dikhawatirkan rekanan yang ter-blacklist masih mengikuti tender, dengan modus menggunakan bendera lain.

”Proses lelang kan sudah ada prosedurnya. Panitia lelang juga harus betul-betul teliti. Sehingga peserta lelang yang sudah pernah di-blacklist tidak lagi ikut atau masuk kembali. Sebab peserta lelang juga ada yang pinjam bendera untuk ikut lelang tender,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso kepada Radar Semarang, Sabtu, (17/1) kemarin.

Pihaknya juga mengimbau kepada asosiasi konstruksi membantu membuat regulasi atau peraturan yang jelas. Supaya rekanan-rekanan yang melakukan pekerjaan bisa lebih berkualitas. ”Selain itu penyelesaian pekerjaan juga tepat waktu. Jangan sampai pekerjaan itu nantinya gagal atau kualitasnya jelek. Seperti halnya pembangunan gedung di RSUD Ketileng itu kan hanya selesai 29 persen,” katanya.

Legislator dari Fraksi Gerindra itu menambahkan, kinerja di tahun 2014 yang banyak mengalami kegagalan harus bisa menjadi pelajaran pemkot. Tahun lalu, silva mencapai Rp 400 miliar atau sekitar 30 persen anggaran tidak terserap. ”Ini kan mengindikasikan kinerja pemerintah kurang maksimal. Baik dari sisi waktu maupun pekerjaan. Selain itu perencanaan juga harus bagus. Sebab perencanaan sangat berpengaruh terhadap rekanan dalam mengikuti pekerjaan,” harapnya.

Hal sama juga diungkapkan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Muhammad Chafid. Pemerintah jangan terkecoh dengan rekanan peserta lelang yang berani memberikan nilai paling rendah. Karena hal itu tidak menjadi jaminan hasil kinerjanya berkualitas. ”Pengennya memilih nilai yang terendah, tapi di belakang nanti hasilnya malah tidak sesuai yang diharapkan. Mengecewakan dan malah menjadi sorotan masyarakat,” terangnya.

Chafid juga mengimbau kepada pemkot supaya melakukan lelang pekerjaan lebih awal. Sehingga rekanan tidak kejar-kejaran dengan waktu. ”Selain itu, dewan akan melakukan controlling,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)