DITUTUP – Salah satu sumur minyak peninggalan Belanda di Dusun Trembes Desa Botoreco Kunduran Blora akhirnya ditutup setelah didemo oleh ratusan warga lima Desa Kecamatan Gabus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
DITUTUP – Salah satu sumur minyak peninggalan Belanda di Dusun Trembes Desa Botoreco Kunduran Blora akhirnya ditutup setelah didemo oleh ratusan warga lima Desa Kecamatan Gabus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
DITUTUP – Salah satu sumur minyak peninggalan Belanda di Dusun Trembes Desa Botoreco Kunduran Blora akhirnya ditutup setelah didemo oleh ratusan warga lima Desa Kecamatan Gabus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

BLORA — PT Sarana Patra Jateng (SPJ) akhirnya menghentikan pengeboran sumur minyak di Dusun Trembes, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Blora. Penutupan sumur peninggalan belanda ini dilakukan setelah mendapatkan protes ratusan warga lima desa di Kecamatan Gabus dan Kradenan Grobogan. ”Operasi sumur minyak sementara kami tutup, sambil menunggu hasil laboratorium yang dilakukan tim investiasi Pemkab Blora dan Grobogan,” kata Humas PT Sarana Patra Jateng (SPJ), Danang.

Sebelumnya, ketika menerima perwakilan warga Desa Bendoharjo, Kalipang, Sengonwetan, Banjarejo dan Kalirejo, Kamis (15/1) lalu, Bupati Blora Joko Nugroho akan membentuk tim yang anggotanya dari Badan Lingkungan Hidup dua Kabupaten. Tim akan mengambil sempel limbah di titik pengeboran dan di lokasi lahan pertanian milik warga Grobogan tersebut.

Kades Sengonwetan, Priyo Utomo mengatakan, sejak 1,5 tahun lalu, ribuan hektare tanaman padi dan palawija milik ribuan warga lima desa di Grobogan mati karena tercemar limbah hasil pengeboran minyak yang dilakukan PT SPJ. Selain itu, hewan ternak seperi sapi juga mati karena minum air bercampur limbah dari pembuangan hasil pengeboran minyak PT SPJ. ”Warga menuntut agar mendapatkan kompensasi dari kerugian tanaman dan hewan yang mati. Tidak hanya pengeboran minyak dihentikan,” katanya.

Terpisah, Wakapolres Grobogan, Kompol Wiyono Eko Prasetyo didampingi Kasat Reskrim AKP Subagyo menegaskan, tanaman dan hewan ternak mati yang diakibatkan limbah pengeboran minyak merupakan tindak pidana lingkungan. Untuk itu Polres Grobogan akan segera mengusut kasus tersebut. ”Kami akan melakukan penyelidikan sambil menunggu hasil laborat. Kami juga sudah mengecek langsung ke sungai yang diduga tercemar limbah pengeboran minyak,” tandasnya. (mun/jpnn/fth)