Elpiji 3 Kg Aman, Pertamina Operasi Pasar

172
CEK ELPIJI : C Damar Sasongko, Manager Domestic Gas Region IV saat operasi pasar di halaman Kelurahan Suruh, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
CEK ELPIJI : C Damar Sasongko, Manager Domestic Gas Region IV saat operasi pasar di halaman Kelurahan Suruh, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
CEK ELPIJI : C Damar Sasongko, Manager Domestic Gas Region IV saat operasi pasar di halaman Kelurahan Suruh, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Kelangkaan gas elpiji yang sempat dirasakan warga, tidak lebih sebagai bentuk panic buying para pengguna serta perpindahan konsumen gas 12 kg ke 3 kg. Pasalnya, suplai elpiji ukuran 3 kg saat ini aman dan tidak ada gejolak.

“Meski begitu, Pertamina akan mengadakan operasi pasar untuk memastikan suplai aman. Operasi pasar ada lima rangkaian wilayah di Jawa Tengah dan masing – masing dua truk yang berkapasitas 1120 tabung,” terang C Damar Sasongko, Manager Domestic Gas Region IV, di sela-sela pelaksanaan operasi pasar kepada wartawan di halaman Kelurahan Suruh, kemarin siang.

Dia menjelaskan, selama ada kelangkaan yang disebutkan media, pihaknya telah melakukan ekstra dropping ke wilayah-wilayah yang kekurangan. “Selama ini, tidak ada pengurangan pasokan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir adanya kelangkaan yang disebutkan media tersebut,” jelasnya menenangkan.

Ditandaskan dia, Pertamina telah menetapkan kriteria pengguna gas 3 kg, antara lain penduduk musiman (buruh, anak kos), keluarga dengan pengeluaran di bawah Rp 1,5 juta, pengguna minyak tanah yang dikonversi, masyarakat tidak mampu dan UKM dengan omzet di bawah Rp 30 juta sebulan.

“Karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut mengawasi distribusi gas 3 kg bersubsidi di lapangan. Jika menemukan penyimpangan, bisa langsung diinformasikan ke Pertamina atau langsung ke aparat,” terang dia.

Lebih lanjut dijelaskan dia, operasi pasar akan dilakukan di lima wilayah yakni Suruh Kabupaten Semarang, Kaliwungu Kendal, Kajen Pekalongan, Pasar Banggi Rembang, dan Cilacap Barat Majenang. Dalam kegiatan tersebut, gas dijual dengan harga Rp 15 ribu per tabung.

Sementara dalam operasi pasar kemarin, kendati telah diinformasikan kepada masyarakat mengenai kegiatan tersebut, tetapi minat masyarakat rendah. Warga sekitar menyebutkan jika gas saat ini sudah kembali normal dan tidak ada kesulitan untuk membelinya. Sedangkan masyarakat yang datang dan hendak membeli harus menunjukkan KTP setempat. (sas/ida)