Desak Kapolda Tangkap Bandar Judi Togel

140
Amir Darmanto. (Foto dok)
Amir Darmanto. (Foto dok)
Amir Darmanto. (Foto dok)

GEDUNG BERLIAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jateng mendesak Polda Jateng memberantas secara tuntas peredaran judi toto gelap (togel) di wilayah provinsi ini. Dewan mendesak pemberantasan tidak hanya pada pengecernya, tapi langsung ke bandar besarnya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Amir Darmanto mendesak Polda Jateng menangkap bandar besar togel, bukan hanya pengecernya. ”Kami mendesak supaya Polda Jateng menyapu bersih peredaran judi togel di wilayah hukumnya. Tangkap bandar besarnya, jangan hanya pengecernya saja,” tegasnya.

Menurut Amir, peredaran judi togel di Jateng sekarang ini sudah marak dan dijual bebas. Ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi penjualan juga sudah dilakukan terbuka di tengah-tengah masyarakat. Ironisnya, polisi selama ini memang banyak melakukan penangkapan. Tapi yang ditangkap polisi hanyalah pengecernya saja. Sementara bandar besarnya tetap melenggang bebas. ”Di daerah saya, di Demak juga banyak yang ditangkapi. Tapi hanya pengecernya saja. Beberapa hari kemudian sudah keluar lagi,” katanya.

Dikatakannya, kalau yang ditangkap hanya pengecernya saja, jelas tidak efektif. Judi togel akan tetap ada dan beredar di tengah-tengah masyarakat. ”Ini sangat berbahaya sekali. Kalau judi itu pasti akan merusak segala sendi kehidupan,” katanya.

Amir yakin, jika Polda ada niatan memberantas judi, pasti bisa dilakukan. Dengan sumber daya manusia (SDM) beserta perlengkapannya, Polda Jateng sudah mumpuni. ”Kalau zamannya Kapolda Jateng dijabat Irjen Pol Chaerul Rasjid saja togel bisa diberantas, masak Kapolda sekarang tidak mampu. Pasti mampu,” tegasnya.

Diungkapkan pula oleh Amir Darmanto, dirinya bersama anggota FPKS DPRD Jateng pernah bersilaturahmi dengan Kapolda Jateng Brigjen Pol Noer Ali. Salah satu yang ditanyakan saat itu adalah persoalan perjudian yang kembali marak di Jateng. ”Saat itu disampaikan polsek-polsek sudah melakukan penangkapan. Tapi itu tidak efektif. Harusnya kapolda sekarang melakukan operasi seperti zamannya Chaerul Rasjid. Bandar ditangkap sehingga bawahnya tiarap semua,” ujarnya.

Saat pertemuan itu, masih menurut Amir Darmanto, Kapolda mengakui adanya beking yang membekingi bandar togel. ”Tapi apa pun alasannya harus diberantas. Karena itu memang tugas polisi. Kalau aparat tidak berani, masyarakat mengadunya ke mana,” tegasnya.

Kalau sampai aparat tidak bertindak, jangan disalahkan kalau akhirnya sampai ada ormas atau masyarakat main hakim sendiri dengan melakukan sweeping. ”Selama ini saya lihat kinerja polisi terkait peredaran judi togel tidak maksimal. Kalau tidak maksimal, saya akan mendorong Komisi A untuk memanggil kapolda untuk minta penjelasan,” pungkasnya. (ric/ce1)