Chikungunya Menyerang Jambu

134

JAMBU – Wabah chikungunya menyerang warga Desa Jambu Lor, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Dalam dua pekan terakhir, tercatat sudah 16 warga yang terserang penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini. Warga Jambu mulai resah karena khawatir wabah chikungunya akan semakin meluas. Sejauh ini, wabah penyakit tersebut sudah dilaporkan ke Puskesmas Jambu, namun belum ada tindakan.
Ketua RT 06 RW I Jambu Lor, Jamarir, mengatakan, serangan chikungunya tidak sekaligus. Tetapi bertahap hingga akhirnya banyak warga yang terkena penyakit tersebut. Jamarir menambahkan, warga yang terkena merasakan demam dan lemas. Selain itu juga mengalami gejala nyeri di seluruh tubuh, terutama di persendian. Penderita tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
”Kami sudah melaporkan ke puskesmas untuk dilakukan penanganan berupa pengasapan. Tetapi sampai saat ini belum ada pengasapan, kami hanya diminta kerja bakti melakukan pembersihan,” tutur Jamarir, Rabu (14/1) kemarin.

Jamarir mengatakan, warganya sangat resah dengan wabah tersebut. Sebab, penyakit yang disebabkan alphavirus tersebut disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Warga merasa perlu pengasapan (fogging) terutama yang tinggal di sekitar warga yang sudah terjangkit penyakit yang menyerang persendian ini. Sebab, warga khawatir bakal tertular lewat gigitan nyamuk pembawa virus tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Gunadi melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Ngakan, menjelaskan, laporan adanya warga yang terserang penyakit chikungunya dari puskesmas dan beberapa bidan di Kecamatan Jambu sudah diterima.
Menurut Ngakan, fogging tidak bisa dilakukan ketika masih turun hujan. Selain itu, pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentiknya masih hidup dan berkembang. ”Kita belum bisa memastikan itu chikungunya atau bukan. Melihat ciri-cirinya ada kemungkinan, jadi harus dikaji dulu,” katanya. (tyo/aro/ce1)