Tinggi, Sedimentasi Sungai Beringin

145

MANGUNHARJO – Tingginya sedimentasi di Sungai Beringin Semarang membuat warga Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu waswas. Pasalnya, curah hujan yang tinggi mengancam tanggul sungai tersebut jebol, hingga menimbulkan banjir besar seperti tahun lalu.

Suhali, warga Kelurahan Mangunharjo mengaku khawatir terjadi banjir besar lantaran sedimentasi Sungai Beringin belum dikeruk. ”Hingga saat ini sungai belum dikeruk, kalau sungai tersebut meluap pasti kawasan Mangunharjo terendam,” katanya kepada Radar Semarang, kemarin.

Menurut dia, beberapa waktu lalu tingginya curah hujan sempat merendam jalan utama menuju Kelurahan Mangunharjo. Bahkan pasca banjir, jalan dipenuhi lumpur setebal 20 sentimeter. Banjir juga merusak saluran irigasi persawahan. ”Beberapa minggu lalu saja sudah banjir. Jalan menuju Mangunharjo terendam air setinggi 1 meter,” ujarnya.

Ketua RT 02 RW 01 Kampung Krajan, Mangkang Wetan, Rojikin, juga khawatir jika curah hujan tinggi akan menyebabkan Sungai Beringin meluap. ”Kami harapkan sungai cepat dikeruk, biar wilayah Mangkang dan sekitarnya bebas dari banjir,” harapnya.

Diakui, jika terjadi banjir, wilayah Mangkang Wetan dan Mangunharjo yang paling parah. Beberapa tahun lalu, kata dia, banjir juga sempat melumpuhkan Jalan Pantura Semarang-Jakarta yang melintasi Kelurahan Mangkang Wetan.

”Banjir di Mangkang itu siklus tahunan. Beberapa tahun waktu lalu banjir sempat merendam Mangkang Wetan setinggi 2 meter dan melumpuhkan Pantura. Tapi, sampai saat ini Sungai Beringin belum pernah dikeruk,” katanya.

Menurut informasi, kata dia, pengerukan Sungai Beringin terkendala pembebasan lahan di wilayah Mangunharjo. Sehingga Pemkot Semarang tidak bisa melakukan pengerukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Beringin meluap, dan mengancam 300 rumah warga di 4 RW yang berada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Banjir setinggi kurang lebih 1 meter tersebut juga merendam sejumlah rumah warga dan sebuah puskesmas pembantu.

Selain itu, banjir yang terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari lalu, juga membuat jalan utama menuju Kelurahan Mangunharjo lumpuh lantaran dipenuhi lumpur. Banjir juga merusak 4 tanggul irigasi, dan menyebabkan 30 hektare sawah milik warga mengalami kerusakan. (den/aro/ce1)