PLEBURAN – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan seorang pejabat teras di lingkungan Kantor Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang terkait kasus korupsi pengajuan kredit fiktif di Bank Jateng 2011 pada Selasa (13/1) kemarin.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni mengatakan, pejabat di BPPT Kota Semarang yang ditahan adalah Dra Hartuti. Hanya saja, Eko tidak menjelaskan jabatan Hartuti di Kantor BPPT Semarang.

”Hari ini (Selasa, Red), kita menahan satu tersangka kasus korupsi pengajuan kredit fiktif pada BPD Jateng (Bank Jateng, Red) atas nama Dra Hartuti,” kata Eko Suwarni kepada Radar Semarang kemarin.

Eko menuturkan, sebelum dilakukan penahanan, tersangka Hartuti menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jateng Jalan Pahlawan Semarang. Setelah dirasa cukup bukti, tim penyidik langsung melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Eko menjelaskan, penahanan Hartuti dengan alasan yang cukup kuat. Penyidik khawatir jika tersangka Hartuti nantinya akan menghilangkan barang bukti, melarikan diri atau mengulangi perbuatan tindak pidananya.

”Kami khawatir dia menghilangkan barang bukti, sehingga kami lakukan penahanan terhadap tersangka. Selain itu, kami khawatir dia melarikan diri dan mengulangi perbuatan,” bebernya

Eko menambahkan, tersangka Hartuti ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Bulu, Semarang. ”Penahanannya dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai Selasa (13/1),” katanya.

Selain Hartuti, beberapa pimpinan Bank Jateng telah menjadi tersangka dan telah menjalani proses hukum. Salah satunya, mantan analis kredit Bank Jateng, Narto.

Penyidik Kejati mendakwa tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP. (mg21/aro/ce1)