Kiper Fajar Gabung Tim Pra-PON Jateng

156
TALENTA MUDA: Penjaga gawang Fajar Setia Jaya, saat berlatih bersama PSIS beberapa waktu lalu. Dia kini bersaing meraih tempat utama di Tim Pra PON Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TALENTA MUDA: Penjaga gawang Fajar Setia Jaya, saat berlatih bersama PSIS beberapa waktu lalu. Dia kini bersaing meraih tempat utama di Tim Pra PON Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TALENTA MUDA: Penjaga gawang Fajar Setia Jaya, saat berlatih bersama PSIS beberapa waktu lalu. Dia kini bersaing meraih tempat utama di Tim Pra PON Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kiper muda PSIS, Fajar Setia Jaya saat ini tengah mencoba keberuntungan untuk bergabung bersama tim sepak bola Jateng yang akan dipersiakan untuk menghadapi babak kualifikasi PON 2015 ini.

Fajar saat ini sudah bergabung bersama pemusatan latihan tim Pra-PON yang di gelar di Magelang. Di pemusatan latihan pihaknya akan bersaing bersama empat kiper lainnya yaitu Lukas (Semarang), Redondo (Kab. Semarang), Ferry (Klaten) dan Afif Bayu (Solo). “Fajar sudah bergabung bersama tim Pra PON mulai sore ini (kemarin, Red), prinsipnya manajemen tidak ada masalah karena dia pemain muda, dan kami harap Fajar bisa masuk seleksi tim Pra PON,” kata manajer PSIS Adi Saputro.

Dengan bergabungnya Fajar di tim Pra PON berarti kini PSIS hanya memiliki dua kiper utama yaitu Ega Rizky dan Saiful Amar sedangkan seorang kiper lainnya yaitu Rendy adalah kiper denga status sebagai pemain magang. “Saya kira tidak ada masalah karena jadwal kompetisi juga belum jelas, kalaupun nanti dipakai di tim Pra PON jadwalnya bisa menyesuaikan,” sambung Adi.

Tim Pra PON Jateng sendiri saat ini mulai menjalani pemusatan latihan di Lapangan Yon Armed Magelang 3 Magelang. Dalam pekan ini rencananya mereka akan langsung mengagendakan laga uji coba melawan tim Divisi Utama PPSM Magelang.

Juru ramu tim Pra PON Jateng Firmandoyo mengatakan, uji coba menjadi bagian dari persiapan timnya menghadapi Pra PON yang rencananya digelar tahun ini. Dalam latih tanding itu, dia ingin melihat kesiapan anak-anak asuhannya. Mulai dari segi fisik, teknik hingga kematangan mental. ”Selepas memberikan program latihan, kami ingin melihat kondisi para pemain. Saya rasa, uji coba menjadi tempat yang tepat. Nantinya akan terlihat apa-apa saja yang masih kurang, sehingga kami dapat segera membenahinya,” kata Firmandoyo, kemarin.

Sepekan ke depan, sebanyak 20 pemain yang dipertahankan akan fokus dengan latihan pengembalian kondisi fisik. Tim pelatih masih menerapkan latihan secara periodik lantaran jadwal PraPON belum keluar. ”Karena jadwal belum keluar, kami menerapkan program latihan secara berkala. Selama sepekan menggelar pemusatan latihan, sepekan kemudian latihan libur. Dengan begitu, para pemain punya kesempatan berlatih di klub asalnya. Tetapi bila jadwal sudah keluar, latihan akan lebih diintensifkan,” ungkas Firmandoyo. (bas/smu)