M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG

MENJADI frontliner atau customer service membuat Ditia Kritiani kerap bertemu dengan banyak orang yang memiliki karakter berbeda. Hal ini semakin membuat Ditia semakin tertantang dengan pekerjaannya.

Menurut Ditia, sebagai customer service harus pandai membawa diri dalam setiap menerima keluhan customer. Ia mengaku kerap menerima keluhan dari berbagai karakter yang berbeda.

”Justru dengan begitu, bisa mendapatkan pengalaman seru. Karena setiap hari berhadapan dengan karakter orang yang berbeda-beda. Ada yang lembut, dan ada yang suka marah. Kuncinya adalah mendengarkan setiap keluhan,” kata Frontliner CNI Semarang ini kepada Radar Semarang, Selasa (13/1).

Ditia mengaku, mengenal banyak karakter orang menjadikan keterampilan public speaking-nya menjadi lebih baik. Selain itu, ia juga semakin lebih sabar dalam menjalankan pekerjaannya. ”Banyak kenal orang harus lebih sabar. Karakter orang kan berbeda-beda,” cetus gadis kelahiran Jogjakarta, 15 Maret 1991 ini.

Selama menjadi frontliner, ia mengaku pernah dimarah-marahi oleh salah satu customer. Penyebebnya sepele, karena produk yang diinginkan sudah habis. Hal itu semakin membuat dirinya lebih dewasa dalam menghadapi sikap pelanggan.

”Dari berbagai pengalaman itu membuat saya bisa lebih dewasa dalam berpikir. Memang itu pengalaman yang paling terkesan selama saya bekerja,” ujar alumnus Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Jogjakarta tahun 2013 ini. (mha/aro/ce1)