Empat Atlet Jateng Disiapkan di Lima Turnamen

114

SEMARANG – Sebanyak empat petenis yang diproyeksikan tampil di PON XIX tahun 2016 Jabar, bakal difasilitasi untuk mengikuti even-even yang masuk kategori Turnamen Diakui Pelti (TDP). TDP yang digelar antara Maret hingga Mei, diantaranya Piala Gubernur DKI Jakarta dan Turnamen Satelit di Jakarta, Bandung (putra), Tarakan dan Balikpapan (putri).

Menurut Kabid Litbang Pengprov Pelti Jateng Tri Nurharsono, keempat petenis yang bakal didorong mengikuti TDP adalah Elsa Pambudi, Irawan Bagus, Arrum Damarsari dan Laksmi. ”Pengprov Pelti dan KONI Jateng akan memfasilitasi mereka untuk mengikuti TDP. Harapan kami, dengan keikutsertaan mereka di TDP, peringkat nasional Pelti (PNP) yang dimilikinya akan terus naik. Ini akan memuluskan jalan untuk lolos kualifikasi PON,” kata Tri.

Tri menyebut, setelah petenis andalan Wisnu Adi Nugroho dan Chyntia Melita absen di PON karena terhadang usia, tinggal empat petenis tersebut yang memiliki PNP untuk mengantarkan Jateng lolos kualifikasi secara otomatis.

Kuota untuk cabang tenis lapangan adalah 12 provinsi untuk putra dan delapan provinsi untuk putri. Sistem penentuan lolos menggunakan PNP. Hingga Desember 2014, petenis Jateng Elsa Pambudi berada di ranking ke-29, Irawan Bagus 31. Sedangkan putrinya, Arrum Damarsari 28 dan Laksmi 41. ”Sebenarnya dengan peringkat yang mereka miliki, Jateng bisa berpeluang lolos karena petenis yang masuk 20 besar rata-rata petenis senior yang pasti absen di PON karena faktor umur. Kami tak ingin berspekulasi, makanya kuitsertaan mereka di TDP adalah keharusan agar kita berada di zona aman lolos PON,” tambah dosen FIK Unnes itu.

Untuk menyiapkan ke PON, kata Tri, Pengprov Pelti juga menyiapkan petenis untuk melengkapi skuad Jateng. Mereka akan diseleksi untuk dipilih dua pemain terbaik putra dan dua pemain terbaik putri. ”Hanya saja model seleksi seperti apa, akan kami rapatkan bersama pengurus pada Rabu (hari ini, Red) nanti,” imbuhnya. Tri memperkirakan persaingan masih ketat di PON nanti. Dia menyebut, provinsi seperti Jabar, DKI Jakarta dan Kaltim memiliki petenis yang potensial. (bas/smu)