Dua Kecamatan Diterjang Banjir dan Longsor

271
KERJA BAKTI : Siswa SD Leyangan membersihkan ruang kelas yang penuh dengan lumpur karena terendam banjir. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
KERJA BAKTI : Siswa SD Leyangan membersihkan ruang kelas yang penuh dengan lumpur karena terendam banjir. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
KERJA BAKTI : Siswa SD Leyangan membersihkan ruang kelas yang penuh dengan lumpur karena terendam banjir. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Banjir dan tanah longsor menerjang Kecamatan Ungaran Timur dan Pringapus, Kabupaten Semarang, menyusul turun hujan sejak Senin (12/1) siang hingga malam kemarin. Kini warga menderita banyak kerugian. Sawah terendam banjir, serta rumah dan fasilitas sekolah rusak tertimpa tanah longsor. Bahkan arus lalulintas menuju sejumlah wilayah di kawasan Ungaran Timur terputus akibat banjir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dalam pantauan Radar Semarang, hujan deras telah menyebabkan Sungai Kaligung meluap hingga membanjiri persawahan dan Jalan MT Haryono-Jatirejo Raya Ungaran. Luapan airnya sepanjang 100 meter dengan ketinggian 1 meter. Arus lalulintas pun terputus, kendaraan menumpuk di lokasi banjir, hingga akhirnya sejumlah warga terpaksa melintas di jalan tol untuk memutar arah agar bisa sampai rumah.

Sedangkan ratusan warga yang tinggal di perumahan di sekitar Jalan MT Haryono sudah bersiap mengungsi karena banjir hampir merendam seluruh rumah warga. Beruntung banjir tidak berlangsung lama, setelah hujan reda banjir berangsur surut sekitar pukul 21.00.

“Kalau air sudah melewati tanggul, kami siap-siap mengungsi. Informasi dari ketua RT, air sudah hampir melewati tanggul. Jadi kami siap mengungsi. Sebenarnya lima tahun ini, perumahan ini aman karena sudah ada tanggul. Tapi ini kok airnya meluap lagi,” tutur Maulidin, 42, warga Perumahan Cemara Permai khawatir.

Diakuinya, kawasan tersebut memang kerap terjadi banjir. Namun kali ini, banjirnya lebih parah. Warga menduga banjir terjadi karena banyaknya proyek pembangunan di dekat Kaligung, antara lain pembangunan Perumahan Amaya dan Jalan Tol.
Selain permukiman dan jalan diterjang banjir, fasilitas pendidikan dan rumah warga di Perumahan Bukit Ungaran Baru, Kecamatan Ungaran Timur juga terkena bencana tanah longsor. Ketiga rumah itu hanya dua yang dihuni yakni milik Agung, 54, dan Aziz, 39, serta satu rumah kosong milik Martha, warga Kaligawe Semarang.

Kebetulan rumah tersebut berada di bawah bukti bekas cut and fill yang dilakukan pengembang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebab para penghuni sebelum longsor sempat terdengar suara retakan. Mereka langsung mengungsi, begitu hujan deras.

“Longsoran tanah hanya mengenai dapur. Namun seluruh lantai penuh lumpur. Kami khawatir terjadi longsor susulan, sehingga kami mengungsi ke rumah saudara,” tuturnya.

Sementara itu ratusan siswa SD Negeri Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (13/1) pagi kemarin, tidak dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan nyaman. Seluruh ruangan sekolah penuh lumpur yang disebabkan banjir pada Senin malam. Sejumlah buku dan alat peraga pendidikan rusak karena terendam air. Selain itu, pagar sekolah sepanjang 15 meter ambruk diterjang banjir.

“Saya sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan terkait peristiwa ini. Kalau cuaca terus memburuk, tidak menutup kemungkinan kegiatan belajar mengajar akan dipindah ke tempat yang aman,” tutur Kepala SDN Leyangan, Kholis, 54. (tyo/ida)