Buron Curanmor Disemprot Istri

239
BOHONGI ISTRI: Tersangka Febriyanto alias Kopral dipapah petugas saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
BOHONGI ISTRI: Tersangka Febriyanto alias Kopral dipapah petugas saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
BOHONGI ISTRI: Tersangka Febriyanto alias Kopral dipapah petugas saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

NGALIYAN – Seorang buron pencurian motor yang licin dari sergapan polisi, ternyata takluk sama sang istri. Dialah Febriyanto alias Kopral, 26, warga Jalan Taman Karonsih Raya RT 3 RW 4, Ngaliyan, Semarang. Setelah selama kurang lebih 1,5 tahun menjadi buron, akhirnya Kopral berhasil diringkus aparat Reskrim Polsek Ngaliyan.

Kopral hanya bisa menekuk wajahnya saat disambangi istri tercintanya di sel tahanan Mapolsek Ngaliyan. Mulutnya terkatup ketika mendengar ungkapan kekecewaan istrinya yang selama ini dibohongi. Sebagian nafkah yang diberikan kepada anak-istri ternyata uang hasil kejahatan. Motor yang dimiliki ternyata juga hasil mencuri. ”Saya menyesal telah mencuri. Saya dimarahi istri. Dia kecewa dan bilang: kok bisa bohongin aku,” ujar Kopral saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan, Selasa (13/1).

Selama ini Kopral menjadi buron kasus pencurian. Ia beberapa kali lolos dari sergapan polisi. Kasus curanmor yang ditangani Polsek Ngaliyan dilaporkan dengan nomor LP/102/2013/Jateng/Restabes smg/Sek.Ngaliyan/tanggal 28 Agustus 2013. Pencurian motor itu dilakukan tersangka pada Senin, 26 Agustus 2013 sekitar pukul 02.30, di rumah kos Jalan Tambakaji No 29 Ngaliyan, Semarang.

Korbannya, seorang mahasiswa, Hery Yudhi Kurniawan, 21, asal Dusun VIII RT 2 Kelurahan Gaya Baru Tiga, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, yang ngekos di Jalan Tambakaji No 29 Ngaliyan. Dalam aksinya, tersangka berhasil membawa kabur motor Yamaha Mio 28D warna putih bernopol AA-2383-VK. Oleh tersangka motor tersebut diubah warnanya menjadi merah dan diganti pelat nomor polisi palsu menjadi H-5323-UM. ”Motor itu saya gunakan sendiri untuk keperluan sehari-hari. Dulu bilangnya sama istri, motor itu saya beli seharga Rp 1,5 juta. Saya sudah dijenguk istri tiga kali,” ungkap Kopral.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Saprodin mengaku masih melakukan pengembangan kasus yang melibatkan tersangka Kopral ini. Diduga kawanan tersangka juga beraksi di sejumlah tempat. ”Pengakuannya baru dua kali beraksi,” katanya. (amu/aro/ce1)