586 Rumah Terendam Banjir

158
BANJIR TAHUNAN -- Seorang warga mengamankan barang miliknya ditepi tanggul setelah rumahnya terendam air banjir. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
BANJIR TAHUNAN — Seorang warga mengamankan barang miliknya ditepi tanggul setelah rumahnya terendam air banjir. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Banjir bandang menerjang Dukuh Wangun, Desa Rejosari dan Dukuh Cabean, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak sejak Senin (12/1) malam. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul kiri Sungai Cabean di Dukuh Wangun, Desa Rejosari. Air sungai langsung merendam ratusan rumah warga dan areal pertanian.

Selain itu, banjir sempat memutus jalan raya Semarang-Grobogan, tepatnya yang berada di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Arus lalu lintas lumpuh dan kendaraan menumpuk dijalan raya provinsi. Putusnya akses jalan karena air yang menggenangi jalan mencapai 50 sentimeter. Kondisi ini masih diperparah dengan kemacetan akibat bus mogok ditengah jalan.

Jebolnya tanggul ini lantaran Sungai Cabean tidak mampu menampung air kiriman dari wilayah Selatan Demak, utamanya dari daerah Ungaran, dan Salatiga. Ketinggian air sungai saat kejadian mencapai 270 peil. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, ratusan rumah terendam banjir. Tercatat banjir merendam 88 rumah di Dukuh Wangun; 224 rumah di Kampung Cabean Kidul serta 274 rumah di Cabean Tengah. Ketinggian air yang merendam pemukiman warga mencapai 20 hingga 40 sentimeter. Selain itu, 55 hektare sawah yang ditanami jagung dan padi usia 40 hari ikut kebanjiran.

Kepala Pelaksana BPBD, Anjar Gunadi mengungkapkan, meski rumah kebanjiran, warga masih enggan dievakuasi. Warga meyakini banjir akan cepat surut. “Banjir tahunan akibat tanggul jebol ini memang harus segera ditangani. Jika tidak, saat hujan deras diwilayah Ungaran, Karangjati maupun Bergas debit air sungai bisa naik lagi. Apalagi, tanggul belum bisa diperbaiki,”katanya.

Ia menambahkan, BPBD beserta relawan termasuk dari TNI/Polri bahu membahu turut menanggulangi bencana banjir tersebut. “Kita lakukan pemantauan, pendataan dan mengimbau agar warga tetap waspada banjir susulan. Dan, kita berharap, warga selalu berkoordinasi dengan petugas termasuk perangkat desa supaya penanganan banjir bisa berlangsung lancar,” imbuhnya.

BPBD langsung mengirim 2 perahu karet ke lokasi bencana di Kecamatan Karangawen tersebut. Selain itu, membagikan 600 bungkus nasi pada warga korban banjir serta mendirikan dapur umum. Sementara itu, akibat meluapnya Sungai Cabean juga berimbas meningkatnya debit air Sungai B1 di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur. Air sungai tersebut juga sempat melimpas ke areal pertanian. Meski demikian, warga bersama petugas dari BPBD, TNI dan Polri bahu membahu memperbaiki tanggul B1 tersebut. “Untuk Sungai B1 diberikan 3 ribu karung. Ini untuk meninggikan tanggul tersebut,” tambahnya.

Wabup Demak, Harwanto langsung meninjau lokasi banjir. Menurut Harwanto, tanggul jebol segera ditangani PSDA dan instansi terkait lainnya. “Posisi atau elevasi air tingginya sama dengan tanggul sungai,”katanya. Untuk mengatasi banjir ini, PSDA segera mengirimkan alat berat untuk memperbaiki tanggul jebol tersebut. (hib/fth)