DEMAK – Memasuki musim penghujan, masyarkat harus waspada terhadap penyakit demam berdarah atau demam dangeu (DBD). Di wilayah Demak awal Januari 2015 tercatat sudah 11 kasus. Dari jumlah itu, 2 diantaranya meninggal dunia lantaran terlambat mendapatkan pertolongan. Yakni warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam dan satu korban warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur. Ironisnya, satu diantaranya merupakan anak dari seorang bidan atau tenaga kesehatan.

Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, Heri Winarno mengatakan, tren DBD di wilayah Demak sejak Desember sampai Januari menunjukkan peningkatan. Apalagi, para penderita yang masih di rumah sakit banyak yang belum dilaporkan. Peningkatan kasus DBD ini meningkat setelah datang musim penghujan. Sebab jentik nyamuk mudah berkembang biak dengan cepat.

“Untuk menanggulangi DBD tidak cukup dengan penyemprotan atau fogging saja. Warga harus giat membersihkan bak mandi atau tempat penampungan air. Baik yang di rumah atau bak air di sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, justru, bak mandi di sekolah ini yang rawan karena jarang dibersihkan. Tidak mengherankan jika ada penderita DBD yang justru terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti di sekolah. Karena itu, Dinkes Demak juga telah membantu abate untuk diberikan kepada warga. Ia berharap agar seluruh warga Demak lebih waspada terhadap penyebaran penyakit DBD.

Humas Dinkes, Sukardjo mengakui jika banyak para penderita DBD yang terlambat dibawa ke rumah sakit. Padahal, mestinya begitu demam tinggi dan berlarut, maka harus segera diperiksa. “Biasanya masyarakat tidak tahu ciri-ciri gejala awal penderita DBD. Apalagi, jika penderitanya masih anak-anak. Tiba-tiba si penderita langsung drop,”katanya.

Sukardjo menambahkan, sebagai upaya pencegahan DBD warga harus rajin menguras bak mandi. Warga harus menjaga pola hidup yang bersih dan sehat. “Biasanya penderita itu mengalami panas tidak terlalu tinggi dan nyeri diulu hati. Mirip seperti penyakit maag. Jadi warga harus waspada,”tambahnya. (hib/fth)