Tiga Pelajar Nyaris Tewas

127
KETERLALUAN -- Maskurin, 30 warga Magelung Kaliwungu yang memaksa tiga pelajar minum miras diperiksa kepolisian Polsek kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KETERLALUAN -- Maskurin, 30 warga Magelung Kaliwungu yang memaksa tiga pelajar minum miras diperiksa kepolisian Polsek kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KETERLALUAN — Maskurin, 30 warga Magelung Kaliwungu yang memaksa tiga pelajar minum miras diperiksa kepolisian Polsek kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL — Tiga pelajar SMP di Kaliwungu nyaris tewas usai dicekoki minuman keras (miras) jenis oplosan. Beruntung, nyawa mereka masih bisa terselamatkan. Meski dua diantaranya tidak sadar diri dan harus opname di rumah sakit. Mereka adalah Uk, 13, dan Iq, 11, warga Kecamatan Kaliwungu Selatan Kendal. Sedangkan satu korban lain, Ar, 12, hanya mengalami pusing dan sempat muntah.

Informasi yang dihimpun, kejadian nahas terjadi Minggu (11/1) sekitar pukul 16.30. Bermula ketika tiga pelajar ini sedang mencari buah mangga di SDN Magelung 1, Kaliwungu, Kendal. Ketiganya bertemu dengan Maskuri, 30 warga dusun Putat Magelung, bersama teman-temannya yang sedang pesta minuman keras jenis oplosan. Karena kenal dengan Ar, Maskuri mengajak ketiganya untuk bergabung. “Saya kenal dengan dia (Maskuri, red), karena dia penjaga SD Magelung 1, bekas sekolah saya,” aku Ar.

Awalnya ketiga bocah ini menolak ajakan tersebut. Tapi tolakan mereka justru membuat Maskuri emosi dan terus memaksa. Ketiganya bahkan sempat diancam jika tidak mau bergabung. Karena takut, tiga pelajar ini akhirnya tidak berani melawan. “Kami takut, akhirnya ikut minum dan menuruti kemauan Maskuri,” imbuhnya.

Ar mengaku minum tiga kali, dan masing-masing setengah gelas. Sedangkan Uk dan Iq minum cukup banyak. Setelah minum, ketiganya hendak pulang ke rumah. Namun baru sampai di jalan perumahan menuju rumahnya, Uk dan Iq muntah-muntah. “Uki dan Iqbal terjatuh tak sadarkan diri,” tambahnya.

Ia sendiri mengaku tidak mengetahui persis lantaran kondisi kepala pusing dan muntah akibat mabuk miras oplosan. “Kata keluarganya, keduanya di bawa ke rumah sakit,” tandasnya.

Mendapati anaknya tidak sadarkan diri, kedua orangtua Iq dan Uk akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kaliwungu. Tak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil mengamankan Maskuri Minggu (11/1) malam di rumahnya. Penjaga SDN Magelung 1 itu mengaku, ia awalnya pesta miras oplosan dengan temannya bernama Azis warga sekopek, Kaliwungu dan Tohirin, warga Putat, Magelung Kaliwungu Selatan. “Saya sudah kenal dengan Uk dan Ar, karena mereka dulunya sekolah di SDN Magelung. Tapi satu temannya lagi saya tidak kenal,” kata Maskuri.

Maskuri berkilah tidak melakukan pemaksaan. Ia hanya menawari dan ketiga pelajar itu dengan sendirinya mau menenggak miras oplosan tersebut. “Minuman saya sudah hampir habis ketika mereka datang. Lalu mereka saya tawari mau dan kemudian kami membelinya lagi untuk mereka,” tambahnya.

Polsek Kaliwungu saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga memeriksa beberapa saksi, diantaranya Ar, korban yang dipaksa minum miras jenis oplosan tersebut. (bud/fth)