Serpihan Pesawat AirAsia Dibawa ke Tanjung Emas

120
BARANG BUKTI: Petugas menunjukkan serpihan pesawat AirAsia yang dibawa KRI Ahmad Yani di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Petugas menunjukkan serpihan pesawat AirAsia yang dibawa KRI Ahmad Yani di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Petugas menunjukkan serpihan pesawat AirAsia yang dibawa KRI Ahmad Yani di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Setelah membantu evakuasi pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata, kemarin (12/1) Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Ahmad Yani bersandar di Dermaga Samudra 2, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. KRI dengan nomor lambung 351 ini selain mengisi bahan bakar, juga membawa dan menurunkan serpihan pesawat AirAsia berupa frame jendela tiga piece, tiga buah bag, satu buah rescue kit dan satu yellow life vest yang rencananya akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komandan KRI Ahmad Yani, Letkol Laut (P) Muhammad Riza mengatakan, KRI Ahmad Yani membawa serpihan pesawat yang ditemukan oleh kapal MV Swift Rescue milik Singapura yang diserahkan kepadanya.

”Tugas kami di sana adalah untuk mengangkut beberapa alat dan temuan serpihan pesawat yang nantinya akan diserahkan kepada KNKT maupun Basarnas untuk proses penyelidikan,” katanya saat ditemui Radar Semarang, kemarin.

Selain serpihan pesawat nahas AirAsia QZ 8501, KRI Ahmad Yani juga menurunkan peralatan lifting yang diperlukan oleh tim penyelam di area jatuhnya pesawat. Rencananya, setelah diturunkan, peralatan tersebut akan diangkut oleh KRI Banda Aceh yang saat ini masih mencari korban dan puing-puing pesawat AirAsia.

”Sementara diturunkan di Semarang, dan akan diambil KRI Banda Aceh kerena masih diperlukan untuk mencari korban dan puing pesawat. Perlengkapan ini digunakan untuk penyelaman, namun kerena cuaca buruk alat yang kami bawa tidak jadi terpakai dan diturunkan di sini (Tanjung Emas, Red),” ujarnya.

Setelah selesai membantu pencarian pesawat jatuh, KRI Ahmad Yani tidak akan kembali ke area pencarian. KRI ini akan kembali melakukan tugas utama melakukan patroli laut di kawasan timur Indonesia.

”Setelah ini kami kembali melakukan tugas utama di wilayah timur Indonesia. SAR bukan menjadi tugas kami, karena sudah ada KRI Usman Harun yang menjalankan misi di sana,” pungkasnya.

Selain kapal KRI Ahmad Yani, pada Senin kemarin sejumlah KRI di antaranya KRI Sultan Hasanudin dan KRI Usman Harun juga bersandar di Dermaga Samudra 2, Pelabuhan Tanjung Emas guna mengisi bahan bakar dan logistik untuk kembali menjalankan tugas masing-masing. (den/aro/ce1)