MENUMPUK: Penurunan ekspor yang mencapai hingga 20 pesen berdampak pada industri penghasil kayu barecore atau kayu olahan setengah jadi. Di Jawa Tengah setidaknya ada 25 pabrik kayu barecore yang mati suri. (IST)
MENUMPUK: Penurunan ekspor yang mencapai hingga 20 pesen berdampak pada industri penghasil kayu barecore atau kayu olahan setengah jadi. Di Jawa Tengah setidaknya ada 25 pabrik kayu barecore yang mati suri. (IST)
MENUMPUK: Penurunan ekspor yang mencapai hingga 20 pesen berdampak pada industri penghasil kayu barecore atau kayu olahan setengah jadi. Di Jawa Tengah setidaknya ada 25 pabrik kayu barecore yang mati suri. (IST)
SEMARANG – Ekspor kayu olahan khususnya barecore mengalami penurunan. Hal ini disebabkan stok yang berlebihan di negara tujuan ekspor, khususnya Tiongkok. Barecore adalah sebuah papan kayu yang terdiri dari potongan kayu-kayu kecil.

“Saat ini kayu olahan barecore di China over stock, sehingga terjadi penurunan ekspor dan harga yang cukup signifikan, mencapai 50 US dollar per meter kubik,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia (ISWA) Jateng Wiradadi Soeprayogo, kemarin.

Penurunan ekspor yang mencapai hingga 20 pesen ini pun berdampak pada industri penghasil kayu barecore atau kayu olahan setengah jadi. Di mana sebagian sentra industri kayu barecore mengalami mati suri. “Di Jawa Tengah sendiri setidaknya ada 25 pabrik kayu barecore yang jalan di tempat,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap ada program penataan pengiriman kayu ekspor. Permintaan dan pengiriman disesuaikan atau diseimbangkan. Hal ini untuk menghindari suplai berlebihan ke negara tujuan ekspor. “Harus ditata, karena begitu suplai berlebih, maka harga akan langsung stagnan bahkan turun. Selain itu, dengan suplai terlalu besar yang masuk ke negara tujuan ekspor, maka kualitas juga tidak terlalu terkontrol,” tandas Wiradadi.

Kondisi ini, lanjutnya, masih tertolong dengan monopoli Indonesia sebagai negara pengekspor barecore ke Tiongkok. Setidaknya 80 persen produk barecore Tiongkok disuplai dari Indonesia. Sebagian lainnya di ekspor ke Taiwan, Jepang maupun Timur Tengah. Menurutnya, barecore dari Sengon ini sangat diminati oleh negara China, karena volume serta perlakuannya yang mudah dan ringan. Jenis kayu ini tidak didapatkan dari negara lain.

Per bulannya mencapai tiga ribu container. Dari tiga ribu container skala nasional tersebut, terbesar dari Jateng, mencapai separuh lebih. Bahkan, di Jawa Tengah sendiri, barecore mulai dikerjakan oleh industry rumah tangga dengan tenaga kerja 4-5 orang. (dna/smu)