Masyarakatkan Kucing dan Buka Jasa Perkawinan

276
KUMPUL: Puluhan anggota KCLC berfoto bersama di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KUMPUL: Puluhan anggota KCLC berfoto bersama di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KUMPUL: Puluhan anggota KCLC berfoto bersama di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

Komunitas Kendal Cat Lover Community (KCLC) kerap memanfaatkan hari libur untuk memasyarakatkan kucing. Seperti apa?

BUDI SETYAWAN, Kendal

BANYAK cara memanfaatkan hari libur Minggu. Mulai dari refresing, jalan-jalan ke tempat wisata, kumpul bersama keluarga atau bahkan bermalas-malasan di kamar tidur. Tapi berbeda dengan para pecinta kucing di Kencal yang tergabung dalam KCLC ini. Mereka melakukan kampanye cinta kucing di Alun-Alun Kendal.

Sedikitnya 50 orang dari berbagai wilayah di Kendal berkumpul di Alun-Alun Kendal, sambil membopong kucing. Berbagai jenis kucing berjajar dan menyedot perhatian warga sekitar yang kebetulan melintas di sekitaran alun-alun.

Kucing-kucing yang dipamerkan di pusat Kota Kendal itu, ada beragam jenis. Di antaranya, ada kucing Anggora, kucing Persia baik dari jenis medium, flatnose, peaknose, longhair maupun exotic. Selain itu, tampak kucing mahal yang harganya mencapai belasan juta rupiah, seperti jenis british dan maine coon. Bahkan kucing jenis baru yang akhir-akhir ini laris di pasaran kucing Indonesia, yakni jenis Bengal (Blacan).

KCLC juga membagi-bagikan stiker dan tulisan mengenai cara merawat kucing. “KCLC memang terbuka bagi semua pecinta jenis kucing di Kendal. Tidak hanya bagi pecinta ras kucing domestik atau kucing rumahan saja, tapi juga kucing-kucing liar yang dijinakkan atau disilangkan,” ujar anggota KCLC, Kartiko, Minggu (11/1).

KCLC selain wadah untuk kumpulnya para penyayang kucing, kata Kartiko, juga untuk berbagi pengalaman tatacara memelihara kucing. Mulai dari cara menjaga kebersihan kandang dan kucing agar jauh dari berbagai virus dan penyakit. Kemudian, cara memandikan kucing dan sebagainya.

“Sedangkan bagi breeder (peternak) kucing, KCLC bisa dijadikan referensi untuk jasa perkawinan. Yakni untuk mencari induk maupun pejantan yang bagus agar keturunan ras kucing tetap terjaga,” tandasnya.

Anggota KCLC lainnya, Nur Sapto menambahkan tidak hanya seputaran jasa perkawinan, ke depan KCLC sebagai organisasi penyayang kucing berencana mengadakan kontes kucing domestik. “Selain itu, memasyarakatkan kucing, sebab banyak masyarakat yang tidak peduli sama kucing,” jelasnya.

Dalam pertemuan KCLC tersebut, tampak Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani. Dia mengaku pecinta kucing domestik jenis Persia Peaknose. “Ternyata banyak jenis kucing Persia dan kucing-kucing lain yang cantik dan menggemaskan disini,” tuturnya.

Ia berharap KCLC ke depan bisa terlibat dalam aksi-aksi sosial. Terutama bagi masyarakat kurang mampu, sehingga semakin banyak masyarakat yang simpatik pada KCLC. “Jadi tidak menutup matalah dengan kondisi sosial masyarakat sekitar,” harapnya. (*/ida)