CANDISARI – Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 31 tahun 2013 yang mengatur tentang kelembagaan di sekolah internasional mengatakan bahwa sekolah yang ada di Indonesia bisa memilih untuk berubah menjadi sekolah nasional, sekolah kedutaan, atau Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK). Di Kota Semarang sendiri terdapat 5 sekolah internasional yang kini telah berubah menjadi SPK.

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Sutarto mengatakan ke-5 sekolah tersebut telah memperoleh surat izin dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait perubahan nama sekolah itu.

”Di Semarang ada Stamford International Community School yang sekarang berubah menjadi GMIS Stamford Semarang, Permata Bangsa School, Semarang International School yang kini berubah menjadi Semarang Multinational School (SMS), Bina Bangsa School mengambil keputusan menjadi sekolah kerja sama (SPK),” kata Sutarto.

Dikatakan Sutarto, SPK yang ada memiliki tiga kewajiban untuk memberikan mata pelajaran (mapel) yang ada di Indonesia, yaitu PPKn, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama. Sementara itu bagi bagi siswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang bersekolah di SPK juga memiliki kewajiban untuk mengikuti Ujian Nasional (unas) yang ada di Indonesia.

Diungkapkan Sutarto, Disdik memiliki kewajiban untuk selalu memfasilitasi. Pihaknya juga telah memulai pendataan siswa kelas 6, kelas 9, kelas 12 dan segera dimasukkan ke database agar nantinya dapat mengikuti unas. Selain itu, pantauan keberlangsungan pendidikan di SPK juga dilakukan oleh pihak Disdik.

”Selain itu juga diberikan pembinaan teknis dan pengawas yang tentunya nanti yang setiap harinya akan kita lakukan bersama-sama. Terkait perizinan kami hanya memberikan rekomendasi ke pihak pusat yang nantinya pihak Biro Hukum dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama kami akan mengecek keberadaan sekolah internasional tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Business Manager SMS, Imam Santosa mengatakan berubahnya nama-nama sekolah tersebut merupakan bagian dari kehendak yayasan yang berusaha memberikan pendidikan yang baik kepada semua WNI serta warga negara lain yang bersekolah di SPK tersebut.

”Jadi memang sudah sesuai dengan visi dan misi sekolah ini. Terkait kurikulum, kita tetap melakukan pendidikan yang terbaik untuk semua anak di indonesia. Tidaklah susah memasukkan pendidikan internasional dan pendidikan indonesia,” katanya. (ewb/ric/ce1)