Kejari Periksa Event Organizer

140
MARATON: Pemeriksaan terhadap pihak event organizer SPA yang dilakukan penyidik kejari kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
MARATON: Pemeriksaan terhadap pihak event organizer SPA yang dilakukan penyidik kejari kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
MARATON: Pemeriksaan terhadap pihak event organizer SPA yang dilakukan penyidik kejari kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang kembali memeriksa saksi terkait kasus dugaan korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007 dengan tersangka Dra Harini Krisniati, sekretaris panitia SPA sekaligus pejabat pengguna anggaran (PPA). Setelah memeriksa 12 saksi pada pekan lalu, Senin (12/1) kemarin, sebanyak dua saksi diperiksa tim penyidik kejari.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Semarang, Arifin Arsyad, SH, MH mengatakan, kemarin yang dipanggil dua orang, yakni pelaksana acara atau event organizer (EO) swasta dan panitia. Keduanya diperiksa mulai pukul 10.00 hingga 16.10.

”Keduanya adalah Drs Pedrus Palgunadi alias Bayu Krisna dari EO swasta selaku pelaksana kegiatan dan Adri Wibowo yang pada saat itu menjabat di kepanitiaan sebagai Ketua Bidang Perlengkapan, Akomodasi dan Transportasi yang saat ini sebagai staf ahli wali kota,” terangnya

Dia mengatakan, pada pekan ini, pihaknya akan memanggil saksi dari pihak sponsorship acara. ”Semua yang terkait program SPA yang dianggap bisa memberikan kesaksian ya akan dipanggil, termasuk nanti pihak sponsor akan dipanggil pada pekan ini,” katanya

Saksi Pedrus Palgunadi mengaku hanya ditanya seputar penyelenggaraan acara, terkait sebagai EO. ”Secara jelas, saya sudah lupa, karena sudah 7 tahun kegiatannya, waktu itu hanya sebagai pelaksana acara yang bekerja sama dengan dinas,” ujarnya.

Kajari Semarang Asep N. Mulyana menuturkan, dalam pemeriksaan para saksi dilakukan secara maraton setiap hari. Dia menuturkan, sekitar 30 saksi akan diperiksa guna pengusutan dugaan korupsi dana SPA ini.

”Pemeriksaan saksi kita lakukan setiap hari, kecuali Jumat. Kami perkirakan sekitar 30 saksi kita panggil. Jumlah itu sama dengan saksi saat tahap penyelidikan lalu. Jumlah itu bisa lebih, karena tidak ada target jumlah saksi yang kita periksa,” katanya. (mg21/aro/ce1)