Jalan Jongkok dan Masuk Sungai Kotor

154
DIGEMBLENG: Sekitar 30 anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang saat menjalani penggemblengan sebelum memasuki Markas Komando di Jalan Ronggolawe, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIGEMBLENG: Sekitar 30 anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang saat menjalani penggemblengan sebelum memasuki Markas Komando di Jalan Ronggolawe, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIGEMBLENG: Sekitar 30 anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang saat menjalani penggemblengan sebelum memasuki Markas Komando di Jalan Ronggolawe, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

KARANGAYU – Ada hal yang tidak biasa Senin (12/1) siang di Jalan Ronggolawe. Suara teriakan dan bentakan terdengar dari kejauhan. Setelah ditelusuri asal suara tersebut dari seorang pelatih yang menggembleng 30 anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang yang akan masuk Mako (Markas Komando).

Namun, suara teriakan dan bentakan tersebut juga diselingi tawa dari para anggota satpol PP dan warga sekitar yang sengaja melihat tradisi tersebut. Beberapa tingkah para anggota baru tersebut memang menggelitik.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto menjelaskan, penggemblengan itu sendiri untuk melatih fisik para anggota baru. Di antaranya baris-berbaris, jalan jongkok, lari, dan lompat. Pelatihan ketahanan fisik tersebut tak hanya dilakukan di darat, namun mereka juga melakukan semua hal tersebut di saluran air yang kotor. ”Kegiatan pembaiatan ini kita lakukan untuk membentuk karakter anggota baru khususnya kedisiplinan, agar mereka tahan dengan segala medan yang dihadapi di lapangan,” jelasnya.

Endro menambahkan, ke-30 anggota baru itu merupakan yang lolos seleksi dari 227 pelamar. Setelah dilakukan tradisi masuk Mako tersebut, selama 10 hari ke depan anggota baru akan dilatih baris-berbaris hingga dasar-dasar SAR. Dengan adanya tambahan 30 anggota baru ini, total personel Satpol PP Kota Semarang menjadi 400 orang.

”Sebenarnya jumlah tersebut kurang untuk Kota Semarang, bila dilihat dari Permendagri No 60 tahun 2012, idealnya untuk Semarang adalah 600 personel. Sebab jumlah penduduk di Semarang mencapai 2 juta lebih,” imbuhnya.

Diharapkan, setelah mendapat pelatihan kedisiplinan ini, para anggota baru bisa melaksanakan tugas, selayaknya anggota satpol PP. Di antaranya melakukan penertiban, patroli, kegiatan SAR ataupun yang lainnya, demi ketertiban umum Kota Semarang.

Sementara salah satu anggota baru, Santi warga Semarang Timur mengaku dirinya memang ingin masuk menjadi anggota satpol PP. Karenanya dia telah siap menerima segala risiko termasuk segala macam bentuk penggemblengan. ”Dari awal melamar saya sudah mempersiapkan fisik dan mental saya untuk menjadi anggota satpol PP,” ungkap satu dari empat wanita yang diterima sebagai anggota baru tersebut. (dit/ric/ce1)