GENUK – Demi menegakkan hukum, seorang orang tua rela menyerahkan anaknya yang diduga terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor ke kantor polisi. Remaja bernama Feri Setiawan, 19, warga Banyumeneng, Mranggen, Demak itu diserahkan kepada petugas Polsek Genuk Semarang.

Dia diduga terlibat aksi pencurian motor di sejumlah tempat di Kota Semarang. Terungkapnya keterlibatan Feri menyusul dari pengembangan keterangan tersangka Wahyu Haryanto, 26, warga Genuksari, Genuk, yang ditangkap beberapa waktu lalu.
Kapolsek Genuk, Kompol Ifan M. Hariyat membenarkan, orang tua korban sempat berjanji menyerahkan anaknya. ”Petugas kami sebelumnya juga sudah mendatangi rumahnya dan diterima oleh orang tua Feri dan akan menyerahkannya,” kata Ifan, ditemui wartawan di Mapolsek Genuk, Minggu (11/1).

Pihaknya mengapresiasi langkah pihak orang tua Feri karena kooperatif dan sadar hukum. Mengenai kasus ini, Ifan mengaku masih mengembangkan penyelidikan. Sebab, ditengarai komplotan ini merupakan sindikat pencuri motor yang berbasis di daerah Mranggen. ”Feri sudah diamankan, nanti kami kembangkan lagi,” katanya.

Feri sendiri adalah teman tersangka Wahyu yang telah menjadi target operasi. Kasus ini terungkap setelah kejadian pencurian yang terjadi di rumah kos Slamet di RT 3 RW 2, Genuksari, Genuk pada 28 September 2013 lalu. ”Saat itu, keduanya melakukan pencurian di siang hari, dengan cara menjebol kunci pagar,” katanya.

Mereka berhasil membawa kabur motor Yamaha Vega ZR H-4878-ZP milik korbannya. ”Mereka beraksi menggunakan kunci palsu. Motornya didorong dulu, sampai jalan raya kemudian baru mesinnya dihidupkan,” imbuhnya.

Tersangka Wahyu sendiri mengaku telah beraksi sebanyak delapan kali. Dari delapan lokasi tersebut, ia berhasil membawa kabur sebanyak 9 motor. Dia mengaku, setiap kali beraksi memilih waktu menjelang magrib. ”Kalau jam menjelang magrib itu biasanya sepi,” katanya.

Tersangka menjual setiap hasil motor curian kepada penadah di daerah Randublatung, Blora. Kisaran harga antara Rp 2,3 juta hingga Rp 2,5 juta. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (amu/ric/ce1)