SEMARANG – Sukses digelar delapan kali berturut-turut, Toyota Eco Youth kembali digeber. Eco Youth membuka kesempatan bagi para siswa SMA sederajat untuk mengimplementasikan rancangan inovasi ramah lingkungan.

Mengusung tema ‘Green Geoneration’, kompetisi besutan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Toyota Astra Motor (TAM) ini akan merangsang para pelajar untuk bisa lebih menghargai lingkungan. Mereka akan diakan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekolah, komunitas, dan masyarakat disekitar mereka.

Tahun ini, Eco Youth mampir di sepuluh kota besar untuk memberikan sosialisasi. Seperti Jakarta, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Manado, Yogyakarta, dan Semarang. Meski begitu, lomba inovasi ini terbuka untuk semua SMA di seluruh wilayah Indonesia. “Sekolah dari kabupaten/kota yang tidak dilewati sosialsasi ini tetap berhak mengikuti. Proposalnya bisa dimasukkan di website Eco Youth dan akan kami tunggu hingga akhir Januari ini,” ungkap Philardi Sobari, Section Head CSR & Administration Section TAM dalam sosialisasi Toyota Eco Youth 9, Sabtu (10/1).

Aturan mainnya cukup mudah. Peserta hanya mengirimkan proposal awal mengenai konsep proyek yang bisa memberi kontribusi untuk lingkungan. Nantinya, juri yang terdiri atas Dr Jatna Supriatna (pakar biologi dan konservasi), Prof Dr H Arief Rachman (pakar pedagogi), Rene Suhardono (pakar media sosial dan gerakan sosial), serta Didi Kaspi Kasim (Pemimpin Redaksi National Geographic Indonesia) akan menjaring 20 konsep yang dianggap menarik dan original.

Tim yang lolos seleksi itu akan diberikan uang tunai masing-masing Rp 15 juta untuk mengimplementasikan proyek tersebut. “Selama penggarapan proyek itu, kami akan terus memonitor pekembangan masing-masing peserta. Setelah itu, akan dipilih tiga pememang dengan hadiah Rp 70 juta untuk juara 1, Rp 50 juta untuk juara 2, serta Rp 30 juta untuk juara 3. Ada juga juara best of the best. Hadiahnya liburan ke Jepang untuk tiga orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Head Marketing Communication Nasmoco Semarang Hari Setiawan berharap, salah satu SMA dari Kota Atlas bisa jadi finalis Eco Youth tahun ini. Seperti SMK 2 yang pernah menyabet juara hingga TAM memberikan apresiasi khusus dengan membangunkan eco gallery di sekolah tersebut. “Semoga pelajar Semarang ikut serta dalam tim agen perubahan ini. Apalagi, banyak peluang pembenahan lingkungan yang bisa digarap. Seperti rob, kebersihan, drainase, polusi, dan masih banyak lagi masalah ecogreen yang terjadi,” pungkasnya. (mg16/smu)