Dukun Pengganda Uang Ditangkap

152
PALSU : Anggota reskrim menunjukkan barang bukti uang palsu yang digunakan untuk menipu korban. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PALSU : Anggota reskrim menunjukkan barang bukti uang palsu yang digunakan untuk menipu korban. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PALSU : Anggota reskrim menunjukkan barang bukti uang palsu yang digunakan untuk menipu korban.
(MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Seorang pria yang mengaku sebagai dukun pengganda uang dibekuk jajan Kepolisian Resor Magelang. Paranormal abal-abal itu mengelabuhi korbannya dengan uang mainan.

“Pelaku kami identifikasi sebagai Irawan Supriyanto, 71, warga Jagoan Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifky, Minggu (11/1).

Aksi dukun abal-abal ini terungkap saat seorang korban bernama Maryono, 63, warga Gedongan Kulon Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang melapor ke polisi. Dia sadar setelah merasa mantra-mantra sang dukun gagal. “Pelaku sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Dari tangan tersangka polisi menyita 150 lembar uang mainan pecahan Rp 100 ribu, minyak wangi dan dua buah ponsel. “Tersangka kami tangkap saat sedang pijat,” tambah dia.

Menurut keterangan polisi, kasus ini bermula ketika korban bertemu tersangka akhir tahun lalu. Saat itu, tersangka mengaku bisa menggandakan uang hingga sepuluh kali lipat.

Korban pun percaya. Dia lantas menyetor uang kepadanya secara bertahap. Awalnya minta Rp 1 juta, lalu Rp 2,5 juta begitu seterusnya sampai terkumpul Rp 25 juta. “Uang yang disetorkan itu hasil penjualan ternak juga,” tambah kapolres.

Untuk meyakinkan korban, kata dia, tersangka menggunakan selembar surat keputusan (SK) pegawai negeri sipil abal-abal dan minyak misik. Minyak ini konon sebagai alat untuk memanggil jin pengganda uang. “Pelaku juga membaca mantra-mantra dan doa-doa di hadapan korban,” tambahnya.

Selain itu dia juga mengelabuhi korban dengan uang kertas mainan yang dibungkus amplop warna cokelat. Uang itu dikatakan tersangka akan berubah menjadi uang asli setelah dua minggu. “Awalnya uang-uang palsu itu diminta untuk diletakkan di almari dan dibuka setelah batas waktu ditentukan pelaku,” katanya.

Namun setelah batas waktu itu, korban kaget uang palsu mainan itu tetap dalam kondisi semula. Tidak ada yang berubah jadi uang asli.

Sementara itu, tersangka mengatakan telah menipu korban Maryono sejak November 2014 lalu. Ia menjanjikan korban dapat menggandakan uang hingga 10 kali lipat dengan beberapa syarat dan mantra tertentu.

Uang hasil penipuannya itu, akunya digunakan untuk beli minyak, kain dan prasarana lainnya untuk memanggil jin. “Selain itu saya pakai buat bayar utang dan kebutuhan sehari-hari,” aku pria yang berjualan makanan kecil itu.

Akibat perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Martoyudan. Polisi menjeratnya dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (vie/ton)