PPP Kembali ke Ideologi Islam

151

TUGU – Partai Persatuan Pemba­ngunan (PPP) sekarang mulai kehilangan roh partai. Indikasinya, mulai terlihat dengan menjauhnya para kader partai dengan para kiai dan santri, padahal partai berlambang kabah ini selama ini identik dengan kiai. Karena itu, kader PPP Jawa Tengah diharapkan bisa kembali ke ideologinya sebagai Partai Islam.

“PPP sudah mulai melakukan pemurtadan ideologi Partai Islam. Jadi sekarang sudah saatnya kader harus bisa kembali ke ideologi partai,” kata Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Syamsurir di sela acara Harlah PPP ke-42 di Kantor DPW PPP Jateng, kemarin.

PPP juga tidak banyak mendapat tempat di hati publik. Bahkan, masyarakat tidak bisa membedakan mana partai PPP dan mana partai lain. Karena semua kebijakan dan arah PPP sama seperti partai lain. Sebagai Partai Islam, PPP harus mampu mempertahankan ciri khas dan sesuai dengan ideologi Islam. ”Idiologi Islam harus dikembalikan. Jangan lagi ada politik uang dan semua harus untuk rakyat,” tegasnya.

Momentum Harlah PPP sekaligus harus dijadikan sebagai upaya menyelesaikan dualisme di PPP. Sebab, saat ini dualisme masih terjadi di tingkat pusat. DPW PPP Jateng berharap agar ada islah antara kedua kubu di DPP PPP. Meski begitu, saat ini DPW PPP Jateng tetap mengakui PPP versi Romaharmuzy atau Gus Romy. ”Jateng berharap dualisme bisa segera rampung secepatnya. Untuk saat ini kami mendukung Gus Romy karena yang sudah tercacat di pemerintahan,” tambahnya.

DPW PPP Jateng memperingati Harlah PPP ke-42 dengan sederhana. Pengurus dan kader PPP se-Jateng mengadakan istighotsah di kantor DPW PPP Jateng. DPW PPP Jateng berharap agar partai berlambang kabah ini bisa terus berkembang dan bisa mengembang amanah rakyat.

”Kami tahu PPP tidak mungkin bisa besar dalam waktu singkat. Tapi kami ingin meski partai kecil, tapi tetap diperhitungkan dan bisa memberikan kontribusi nyata,” harapnya. (fth/ida)