Pengunjung Pasar Dargo Makin Meningkat

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Pasar Dargo yang dulu dianggap sepi dan dijauhi para pedagang, kini tak lagi. Semenjak dilakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Kartini, semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan, Sabtu (10/1) kemarin, aktivitas jual beli di dalam bangunan Pasar Dargo terlihat ramai. Rata-rata para pengunjung adalah penggemar batu mulia (batu akik). Meski banyak pedagang makanan dan pakaian.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Kartini Semarang (PPKS) Sunar Hadi Suwarno mengatakan selain mengalami peningkatan jumlah pengunjung juga mengalami penambahan jumlah pedagang yang masuk di dalam bangunan tersebut.

“Kalau hari Sabtu-Minggu sama tanggal merah, jumlah pedagang yang jualan mencapi 20-30 pedagang. Tapi kalau hari Senin hingga Jumat, ya kembali berkurang. Memang sebagian besar pengunjungnya merupakan penggemar batu akik,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Sabtu (10/1) kemarin.

Jumlah awal pedagang di Pasar Dargo mencapai 117 pedagang. Sedangkan jumlah terbanyak merupakan pedagang batu mulia yang mencapai 50 pedagang. Namun demikian, jumlah pedagang yang mencapai ratusan itu belum semuanya masuk ke dalam bangunan pasar.

“Karena ini berkaitan dengan perut, saya tidak bisa memaksa mereka. Silahkan mau berjualan dimana saja, yang penting tidak kembali berjualan di lokasi Taman Kartini. Kalau alasannya, saya kurang tahu,” terangnya.

Meski sudah 3 bulan sejak 18 Oktober 2014 lalu menempati Pasar Dargo, namun ada fasilitas yang dibutuhkan para pedagang belum direalisasikan pemerintah.
“Kipas angin belum ada. Padahal di dalam sangat panas. Lampunya juga masih kurang terang. Apalagi kalau musim penghujan sekarang ini, sore hari sudah terasa gelap. Selain itu, masih ada 11 titik atap yang masih bocor,” katanya.

Saat ini, pihaknya telah mengusulkan kepada Pemkot Semarang terkait pembuatan lapak. Selama ini para pedagang memakai lapak yang ala kadarnya. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan supaya tempat tersebut dijadikan Dargo Semarang Gems Centre yang diharapkan tempat tersebut menjadi ikon di Kota Semarang.

“Kalau ikon ini jadi, nantinya yang punya nama kan pemerintah dan dinas terangkat. Jadi Pak Wali Kota ibaratnya harus cancut tali wondo atau bergerak cepat seperti yang dilakukan Pak Jokowi dalam melakukan penataan pasar. Paling tidak, selalu melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PPKS, Supartono yang kerap dipanggil Gatot mengatakan bahwa penggemar batu mulia di Kota Semarang tidak mengenal kalangan. Sekarang ini, para pelajar menengah, mahasiswa dan para pegawai menyukai batu tersebut.

“Batu mulia ini baru booming, anak muda juga senang. Kalau terkait mistis, itu tergantung pemakai. Kalau kami menilai, batu itu seni. Harganya juga bervariasi sampai miliaran rupiah pun ada,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera merelaisasikan fasilitas yang dibutuhkan para pedagang. Selain itu, kerusakan yang ada dalam bangunan secepatnya dilakukan perbaikan.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan masih melakukan pembahasan mengenai hal itu. Pihaknya akan mengakomodir terkait fasilitas yang dibutuhkan para pedagang.

“Seperti pembuatan tempat dagangan itu, kami masih melakukan pembahasan. Karena itu terkait anggaran. Sedangkan fasilitas seperti penerangan dan kipas angin, nantinya kami upayakan,” katanya. (mha/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Hebat Kembangkan Peternakan di Semarang

SEMARANG – Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR kemarin meresmikan ikon “Patung Kambing” di Kampung Kuncen, Kelurahan Bubakan, Mijen, Semarang. Tokoh wanita yang...

Stok Beras Aman Hingga Lebaran

SEMARANG – Persediaan beras Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah hingga kemarin mencapai 155.000 ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi hingga lebaran mendatang. Kepala Bulog Divre...

Tingkatkan Potensi PBK Domestik

SEMARANG-Maraknya penipuan berkedok investasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia, memperlihatkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dengan baik...

Calon Ketua OSIS Cimed Diingatkan Tak Politik Uang

MAGELANG – Ratusan pelajar SMK Citra Medika (Cimed) Kota Magelang kemarin menghelat pemiliham ketua OSIS (Pilketos) ala pemilihan umum (Pemilu). Sebelum coblosan dimulai, siswa...

More Articles Like This

- Advertisement -